Tampilkan postingan dengan label syiar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syiar. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 09 Juli 2011
Senin, 04 April 2011
Kamis, 31 Maret 2011
Fakta Ilmiah tentang Malam Lailatul Qodar lebih baik dari 1000 bulan
Ini artikel tentang Lailatul Qadar yang bersumber dari karya Rajendra Kartawiria, Quranic Quotient Centre. Sebagian isi buku ini kemudian dipublikasikan di internet oleh Aulia Muttaqin dan beberapa sumber lainnya.
Manfaatkan malam Ramadhan untuk memperluas ilmu dan membangun keyakinan, Mengapa Ramadhan?
Dalam Islam kita mengenal adanya 4 bulan suci, yaitu Dzulka’idah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Ramadhan yang berarti panas pun tidak termasuk sebagai bulan suci. Mengapa Ramadhan dipilih untuk puasa sebulan penuh?
Dalam ilmu astronomi, Radiasi Matahari memiliki siklus 11 tahunan. Tahun 2007 sendiri merupakan akhir dari siklus ke 23 sejak pengamatan pertama pada abad 18.
Bumi dilindungi Magnestosphere, sehingga dampak badai radiasi bukan terjadi pada sisi bumi yang menghadap matahari (siang hari).
Saat badai radiasi matahari datang, dampaknya terasa pada bagian bumi yang membelakangi matahari (malam hari).
Radiasi di malam hari mempengaruhi tingkat getaran otak.
Radiasi dan gravitasi bulan purnama meningkatkan permukaan air laut dan kehidupan makhluk laut di malam hari. Juga menarik air dalam membran otak dan lebih menggetarkan sel-sel otak. Getaran sel otak menggambarkan tingkat kesadaran dan aktivitas otak.
Umat muslim dianjurkan puasa sunnah 3 hari “shaumul biidh” pada saat terang bulan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan-bulan Hijriyah dan menghidupkan malam-malamnya.
Tingkat radiasi bervariasi 0-100,000 dan di skala S1-S5 oleh NOAA.
Berdasarkan pengamatan, radiasi sebesar 1000 MeV particles s-1 ster-1 cm-2 terjadi 10 kali dalam satu siklus 11 tahunan, atau terjadi setiap 13 bulan sekali. Radiasi sebesar 1000 MeV particles s-1 ster-1 cm-2 ini digolongkan dalam skala S3, dan mulai berbahaya bagi manusia sebesar 1 chest x-ray.
Radiasi dengan siklus 11,7 bulan (1 tahun hijriyah) adalah sebesar 800 MeV particles s-1 ster-1 cm-2.
Mengarah pada hipotesa malam Lailatul Qadar Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan (QS Al Qadr 97:3)
Building Block
* Siklus satu tahunan (hijriyah) bernilai 1000 x bulan purnama
* Malam yang nilainya 1000 bulan purnama adalah Lailatul Qadr
* Lailatul Qadr terjadi di bulan Ramadhan
* Jadi siklus badai matahari yang berulang setiap satu tahunan (hijriyah) terjadi setiap bulan Ramadhan
Itulah sebabnya
* Sejarah para nabi menunjukkan bahwa mereka senang merenungkan hakekat kehidupan, bertapa, pada setiap bulan Ramadhan.
* Secara umum wahyu-wahyu tentang ajaran agama yang membutuhkan tingkat pemahaman yang tinggi, banyak yang diturunkan di malam-malam bulan Ramadhan.
* Penataan ayat-ayat Al Quran ke dalam surat-surat seperti yang tersaji saat ini, dilakukan Nabi Muhammad pada malam-malam bulan Ramadhan.
* Umat muslim diajak untuk menghidupkan malam-malam di bulan Ramadhan
* Lebih utama adalah i’tiqaf di masjid pada 10 malam terakhir, pada malam-malam sebelum dan setelah Lailatul Qadr
Energi ekstra untuk pembelajaran di bulan Ramadhan
* Untuk bisa mengaji malam Ramadhan dibutuhkan energi ekstra
* Kenyataannya puasa siang hari bukanlah menyebabkan tubuh kekurangan / kehabisan energi
* Justru puasa menghemat energi tubuh 10% karena tidak digunakan untuk mencerna makanan
* Energi yang dihemat ini sangat membantu pemahaman pelajaran di malam hari
Three in One di bulan Ramadhan
1. Efektif memahami Al Quran di malam hari
2. Detoksifikasi dan Manajemen Energi di siang hari
3. Kembali fitrah setelah berpuasa 28 hari berturut-turut
Manfaatkan malam-malam Ramadhan
* Untuk dapat dengan mudah memahami makna kehidupan secara komprehensif dan benar, manfaatkan keenceran otak di kesunyian malam Lailatul Qadar
* Untuk mendapat pemahaman lebih luas, malam-malam di sekitar Lailatul Qadr juga oke (10 malam terakhir Ramadhan)
* Lebih oke lagi kalau dimulai malam pertama Ramadhan, mumpung siangnya berpuasa
* Hasil renungan malam ini harus dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari
* Nikmat hidup akan diperoleh jika kita berkontribusi positif kepada kehidupan dunia dengan berserah diri kepadaNya
* Nikmat kehidupan akhirat akan diperoleh bila kita mampu selalu menikmati dan mensyukuri kehidupan dunia
Sumber:www.bengawansolo.net
Manfaatkan malam Ramadhan untuk memperluas ilmu dan membangun keyakinan, Mengapa Ramadhan?
Dalam Islam kita mengenal adanya 4 bulan suci, yaitu Dzulka’idah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Ramadhan yang berarti panas pun tidak termasuk sebagai bulan suci. Mengapa Ramadhan dipilih untuk puasa sebulan penuh?
Dalam ilmu astronomi, Radiasi Matahari memiliki siklus 11 tahunan. Tahun 2007 sendiri merupakan akhir dari siklus ke 23 sejak pengamatan pertama pada abad 18.
Bumi dilindungi Magnestosphere, sehingga dampak badai radiasi bukan terjadi pada sisi bumi yang menghadap matahari (siang hari).
Saat badai radiasi matahari datang, dampaknya terasa pada bagian bumi yang membelakangi matahari (malam hari).
Radiasi di malam hari mempengaruhi tingkat getaran otak.
Radiasi dan gravitasi bulan purnama meningkatkan permukaan air laut dan kehidupan makhluk laut di malam hari. Juga menarik air dalam membran otak dan lebih menggetarkan sel-sel otak. Getaran sel otak menggambarkan tingkat kesadaran dan aktivitas otak.
Umat muslim dianjurkan puasa sunnah 3 hari “shaumul biidh” pada saat terang bulan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan-bulan Hijriyah dan menghidupkan malam-malamnya.
Tingkat radiasi bervariasi 0-100,000 dan di skala S1-S5 oleh NOAA.
Berdasarkan pengamatan, radiasi sebesar 1000 MeV particles s-1 ster-1 cm-2 terjadi 10 kali dalam satu siklus 11 tahunan, atau terjadi setiap 13 bulan sekali. Radiasi sebesar 1000 MeV particles s-1 ster-1 cm-2 ini digolongkan dalam skala S3, dan mulai berbahaya bagi manusia sebesar 1 chest x-ray.
Radiasi dengan siklus 11,7 bulan (1 tahun hijriyah) adalah sebesar 800 MeV particles s-1 ster-1 cm-2.
Mengarah pada hipotesa malam Lailatul Qadar Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan (QS Al Qadr 97:3)
Building Block
* Siklus satu tahunan (hijriyah) bernilai 1000 x bulan purnama
* Malam yang nilainya 1000 bulan purnama adalah Lailatul Qadr
* Lailatul Qadr terjadi di bulan Ramadhan
* Jadi siklus badai matahari yang berulang setiap satu tahunan (hijriyah) terjadi setiap bulan Ramadhan
Itulah sebabnya
* Sejarah para nabi menunjukkan bahwa mereka senang merenungkan hakekat kehidupan, bertapa, pada setiap bulan Ramadhan.
* Secara umum wahyu-wahyu tentang ajaran agama yang membutuhkan tingkat pemahaman yang tinggi, banyak yang diturunkan di malam-malam bulan Ramadhan.
* Penataan ayat-ayat Al Quran ke dalam surat-surat seperti yang tersaji saat ini, dilakukan Nabi Muhammad pada malam-malam bulan Ramadhan.
* Umat muslim diajak untuk menghidupkan malam-malam di bulan Ramadhan
* Lebih utama adalah i’tiqaf di masjid pada 10 malam terakhir, pada malam-malam sebelum dan setelah Lailatul Qadr
Energi ekstra untuk pembelajaran di bulan Ramadhan
* Untuk bisa mengaji malam Ramadhan dibutuhkan energi ekstra
* Kenyataannya puasa siang hari bukanlah menyebabkan tubuh kekurangan / kehabisan energi
* Justru puasa menghemat energi tubuh 10% karena tidak digunakan untuk mencerna makanan
* Energi yang dihemat ini sangat membantu pemahaman pelajaran di malam hari
Three in One di bulan Ramadhan
1. Efektif memahami Al Quran di malam hari
2. Detoksifikasi dan Manajemen Energi di siang hari
3. Kembali fitrah setelah berpuasa 28 hari berturut-turut
Manfaatkan malam-malam Ramadhan
* Untuk dapat dengan mudah memahami makna kehidupan secara komprehensif dan benar, manfaatkan keenceran otak di kesunyian malam Lailatul Qadar
* Untuk mendapat pemahaman lebih luas, malam-malam di sekitar Lailatul Qadr juga oke (10 malam terakhir Ramadhan)
* Lebih oke lagi kalau dimulai malam pertama Ramadhan, mumpung siangnya berpuasa
* Hasil renungan malam ini harus dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari
* Nikmat hidup akan diperoleh jika kita berkontribusi positif kepada kehidupan dunia dengan berserah diri kepadaNya
* Nikmat kehidupan akhirat akan diperoleh bila kita mampu selalu menikmati dan mensyukuri kehidupan dunia
Sumber:www.bengawansolo.net
Senin, 28 Maret 2011
Pengobatan Ruqiah
Hukum Ruqyah, Cara, dan Bacaannya
Dalam Islam dikenal ‘RUQIYAH’, yaitu upaya untuk mengusir jin dan segala macam gangguannya dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran Al-Kariem. Bagi jin yang mengganggu dan jahat, bacaan Al-Quran terutama pada ayat tertentu yang dibaca dengan baik dan benar oleh orang yang shalil dan bersih imannya, akan sangat ditakuti. Mereka akan merasakan panas yang membakar dan pergi.
Karena itu bila orang yang mengerti tentang jin itu benar-benar menggunakan Ruqyah seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW secara benar, maka memang seharusnya dilakukan.
Tetapi bila orang itu menggunakan cara-cara yang menyimpang, apalagi dengan melanggar syariat dan aqidah, tidak boleh dilakukan. Karena tujuan jin ketika mengganggu manusia tidak lain adalah untuk menyeret manusia kepada pelanggaran dan syirik kepada Allah.
Misalnya, bila orang itu bilang bahwa jin itu minta sesajen, minta kembang, atau dikorban- kan hewan sembelihan sebagai tumbal, itulah syirik yang sejati. Atau apapun yang secara syariah bertentang dengan hukum-hukum Allah.
Pada dasarnya bila dibacakan Ruqiyah, jin itu sangat takut dan tidak berani menawar-nawar dengan minta ini itu. Karena pembacaan ayat-ayat Al-quran itu membuatnya kesakitan yang sangat, sehingga dalam proses Ruqyah, tidak ada permintaan dari jin kecuali harus pergi dan berhenti dari menganggu manusia.
Karena itu pastikan bahwa orang yang anda minta bantuannya adalah seorang muslim yang shaleh, mengerti ajaran syariah dengan benar, kuat aqidahnya, benar ibadahnya, lurus fikrahnnya dan yang penting diperhatikan, dia hendaknya punya pengalaman sebelumnya dalam menghadapi jin, agar mengenal tipu daya dan trik-trik yang digunakan jin untuk berpura-pura pergi padahal tidak dan sebagainya.
Nabi SAW bersabda: ” Tidak apa-apa ruqyah itu selama tidak mengandung syirik” (HR Muslim).
Beliau SAW juga bersabda: “Barangsiapa menggantungkan sesuatu, maka dirinya akan diserahkan kepadanya” (HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud dan Al-Hakim).
Agar pelaksanaan ruqyah tersebut sesuai dengan sar’i perlu diperhatikan hal hal sebagai berikut:
* Bacaan rukyah berupa ayat-ayat Alqur‘an dan Hadits dari Rasulullah saw.
* Do‘a yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya.
* Berkeyakinan bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tetapi dengan takdir Allah SWT.
* Tidak isti‘anah dengan jin ( atau yang lainnya selain Allah).
* Tidak menggunakan benda-benda yang menimbulkan syubhat dan syirik.
* Cara pengobatan harus sesuai dengan nilai-nilai Syari‘ah.
* Orang yang melakukan terapi harus memiliki kebersihan aqidah, akhlak yang terpuji dan istiqomah dalam ibadah.
Ruqyah : Cara Dan Bacaannya
‘RUQIYAH’, dalam prakteknya adalah upaya untuk mengusir jin dan segala macam gangguannya dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran Al-Kariem. Bagi jin yang meng- ganggu dan jahat, bacaan Al-Quran? Terutama pada ayat tertentu yang dibaca dengan baik dan benar oleh orang yang shalil dan bersih imannya, akan sangat ditakuti. Mereka akan merasakan panas yang membakar dan pergi.
Di antaranya yang paling sering digunakan adalah ayat kursi, beberapa penggalan ayat dalam surat Al-Baqarah (tiga ayat terakhir), Surat Ali Imron, Surat Yasin, Surat Al-Jin, surat Al-Falaq dan Surat An-Naas. Selain itu masih banyak ayat dan doa-doa lainnya yang diriwayatkan kepada kita untuk dibacakan kepada orang yang kesurupan.
Tetapi bila orang itu menggunakan cara-cara yang menyimpang, apalagi dengan melanggar syariat dan aqidah, tidak boleh dilakukan. Karena tujuan jin ketika mengganggu manusia tidak lain adalah untuk menyeret manusia kepada pelanggaran dan syirik kepada Allah.
Misalnya, bila orang itu bilang bahwa jin itu minta sesajen, minta kembang, atau dikorban- kan hewan sembelihan sebagai tumbal, itulah syirik yang sejati. Atau apapun yang secara syariah bertentang dengan hukum-hukum Allah.
Pada dasarnya bila dibacakan Ruqiyah, jin itu sangat takut dan tidak berani menawar-nawar dengan minta ini itu. Karena pembacaan ayat-ayat Al-quran itu membuatnya kesakitan yang sangat, sehingga dalam proses Ruqyah, tidak ada permintaan dari jin kecuali harus pergi dan berhenti dari menganggu manusia.
Ruqyah sendiri adalah salah satu cara dari banyak jalan untuk mengusir gangguan setan dan sihir. Abdul Khalik Al-Atthar dalam bukunya “Menolak dan membentengi diri dari sihir” menyebutkan bahwa untuk bisa terbebas dari pengaruh jahat itu, bisa dilakukan beberapa cara, antara lain:
1. Metode Istinthaq
Methode istinthaq adalah mengajak bicara setan yang ada di dalam tubuh orang yang terkena sihir. Dan menanyakan kepadanya tentang namanya, nama tukang sihir yang memanfaatkan jasanya, nama orang yang membebani tukang sihir untuk melakukan sihir, menanyakan tempat penyimpanan sihir serta barang-barang yang digunakan untuk menyihir. Meskipun demikian, kita dituntut untuk tetap waspada dan tidak mempercayai sepenuhnya akan apa yang diucapkan oleh setan yang ada di dalam tubuh pasien, sebab bisa jadi setan berbohong dengan tujuan untuk menimbulkan fitnah dan memecah belah hubungan baik diantara sesama manusia.
2. Metode Istilham
Melalui Istilham adalah memohon ilham dan petunjuk yang benar dari Allah swt) agar Ia berkenan memberikan isyarat lewat mimpi, sehingga sihir yang menimpa seseorang bisa terdeteksi dan kemudian dilenyapkan.
3. Metode Tahshin
Methode Tahsin adalah pembentengan, yaitu dengan membentengi dan melindungi korban sihir dengan menggunakan bacaan Al-Qur?an, zikir dan ibadah-ibadah tertentu.
Syaikh bin Baaz mengatakan bahwa cara yang paling efektif dalam mengobati pengaruh sihir adalah dengan mengerahkan kemampuan untuk mengetahui tempat sihir, misalnya di tanah, gunung dan lain-lain. Dan bisa diketahui lalu diambil, maka lenyaplah sihir itu.
Pengobatan sihir yang diharamkan adalah menyingkirkan sihir dengan sihir juga, ini sesuai dengan perkataan Rasul yang melarang keras seorang muslim pergi ke rumah dukun dan tukang sihir untuk meminta bantuan kepadanya.
Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa mengeluarkan sihir dan memusnahkannya adalah pengobatan yang paling efektif, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Rasulullah saw bahwasanya beliau memohon kepada Allah untuk dapat melakukan hal itu. Allah memberi petunjuk kepada beliau, sehingga beliau pernah mengeluarkan sihir dari sebuah sumur.
4. Hijamah
Cara yang lainnya adalah dengan hijamah (berbekam) pada anggota tubuh yang terasa sakit akibat pengaruh sihir, karena sihir bisa berpengaruh pada tubuh, dan melemahkannya.
5. Obat-obatan
Pengobatan sihir dapat juga dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang mubah (dibolehkan) seperti dengan memberi kurma ?Ajwah kepada si penderita.
Diriwayatkan dari Amir bin Sa’ad dari bapaknya bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa setiap pagi hari memakan kurma ‘Ajwah maka tidak akan membahayakan dirinya baik racun maupun sihir pada hari itu hingga malam hari”. (HR. Bukhari)
Tentang keistimewaan kurma ini Imam Al-Khattabi berkata: Kurma ‘Ajwah memiliki hasiat dan manfaat yaitu bisa menjadi penangkal racun dan sihir karena berkat do’a Rasulullah saw terhadap kurma Madinah, dan bukan karena keistimewaan kurma itu sendiri.
6. Ruqyah
Cara yang lainnya yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan sihir adalah dengan mem- bacakan ruqyah syar’iyyah (pengobatan melaui bacaan Al-Quran, zikir dan do’a).
Imam Ibnu Qayyim mengatakan: Diantara obat yang paling mujarab untuk melawan sihir akibat pengaruh jahat setan adalah dengan pengobatan syar’i yaitu dengan zikir, do?a dan bacaan-bacaan yang bersumber dari Al-Quran. Jiwa seseorang apabila dipenuhi dengan zikir, wirid dan mensucikan nama Allah niscaya akan terhalangi dari pengaruh sihir. Orang yang terkena sihir bisa sembuh dengan membaca ruqyah sendiri atau dari orang lain dengan ditiupkan pada dada atau tubuh yang sakit sambil membaca zikir dan do’a.
Berikut ini adalah bacaan-bacaan yang diyakini mampu menolak dan menghilangkan bahaya sihir, di antaranya:
* Surat Al-Fatihah.
* Surat Al-Baqarah, khususnya ayat-ayat 1-5, 254-257 dan 284-286.
* Surat Al-Imran khususnya ayat 1-9 dan 18-19
* Surat An-Nisa khususnya ayat 115-121
* Surat Al-A’raf khususnya ayat 54-55.
* Surat Al-Mu’minun khususnya ayat 115-118.
* Surat Yasin khususnya ayat 1-12.
* Surat As-Shaffat khususnya ayat 1-10.
* Surat Ghafir khususnya ayat 1-3, dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya.
Sedangkan doa-doa yang dianjurkan diantaranya:
اللهم رب الناس اذهب البأس اشف أنت الشافى لا شافي إلا أنت شفاء لا يغادر سقما.
Ya Allah, Rabb bagi semua manusia, hilangkanlah rasa sakit, berila kesembuhan, Engkau zat yang menyembuhkan tiada yang bisa menyembuhkan kecuali Engkau, kesembuhan yang tiada menimbulkan sakit sedikitpun.
بسم الله أرقيك من كل شيء يؤذيك ومن شر كل نفس أو عين حاسد الله يشفيك بسم الله أرقيك.
Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari kejahatan setiap jiwa atau pandangan orang yang dengki, Allah yang memberi kesembuhan padamu, dengan nama Allah saya meruqyahmu.
أعيذك بكلمات الله التامة من شر ما خلق.
Saya mohon untuk kamu perlindungan kepada Allah dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang diciptakan.
Bin Baz mengatakan: Hendaklah seorang muslim meminta kesembuhan hanya kepada Allah dari segala kejahatan dan bencana, dengan membaca doa-doa berikut ini:
بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء في الأرض ولا في السماء وهو السميع العليم.
Dengan menyebut nama Allah yang dengan keagungan nama-Nya itu menjadikan sesuatu tidak berbahaya baik yang ada di langit atau di bumi, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui? (Dibaca 3x pada pagi dan sore hari)
Dan dianjurkan pula untuk membaca Ayat Kursy ketika hendak tidur dan sehabis salat fardhu, disamping membaca surat Al-Falaq, Al-Nas dan Al-Ikhlash setiap selesai melakukan salat subuh dan salat maghrib serta menjelang tidur.
Seluruh cara di atas hanyalah sekedar do’a dan usaha, sumber kesembuhan hanyalah dari Allah semata, Dialah yang Maha mampu atas segala sesuatu dan di tangan-Nya segala obat dan penyakit, dan segala sesuatu bisa terjadi berdasarkan ketentuan dan takdir Allah swt.
Sabda Nabi SAW dan berdasarkan penjelasan ulama, maka pengobatan Ruqyah Syar‘iyah diperbolehkan dengan kriteria sbb:
* Bacaan rukyah berupa ayat-ayat Alqur‘an dan Hadits dari Rasulullah saw.
* Do‘a yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya.
* Berkeyakinan bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tetapi dengan takdir Allah SWT.
* Tidak isti‘anah dengan jin (atau yang lainnya selain Allah).
* Tidak menggunakan benda-benda yang menimbulkan syubhat dan syirik.
* Cara pengobatan harus sesuai dengan nilai-nilai Syari‘ah.
* Orang yang melakukan terapi harus memiliki kebersihan aqidah, akhlak yang terpuji dan istiqomah dalam ibadah.
Pada dasarnya membantu pengobatan dengan ruqyah adalah amal tathowu‘i sukarela) yang dibolehkan menerima hadiah dan bukan kasbul maisyah (mata pencaharian rutin).
sumber:http://suryadhie.wordpress.com
Dalam Islam dikenal ‘RUQIYAH’, yaitu upaya untuk mengusir jin dan segala macam gangguannya dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran Al-Kariem. Bagi jin yang mengganggu dan jahat, bacaan Al-Quran terutama pada ayat tertentu yang dibaca dengan baik dan benar oleh orang yang shalil dan bersih imannya, akan sangat ditakuti. Mereka akan merasakan panas yang membakar dan pergi.
Karena itu bila orang yang mengerti tentang jin itu benar-benar menggunakan Ruqyah seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW secara benar, maka memang seharusnya dilakukan.
Tetapi bila orang itu menggunakan cara-cara yang menyimpang, apalagi dengan melanggar syariat dan aqidah, tidak boleh dilakukan. Karena tujuan jin ketika mengganggu manusia tidak lain adalah untuk menyeret manusia kepada pelanggaran dan syirik kepada Allah.
Misalnya, bila orang itu bilang bahwa jin itu minta sesajen, minta kembang, atau dikorban- kan hewan sembelihan sebagai tumbal, itulah syirik yang sejati. Atau apapun yang secara syariah bertentang dengan hukum-hukum Allah.
Pada dasarnya bila dibacakan Ruqiyah, jin itu sangat takut dan tidak berani menawar-nawar dengan minta ini itu. Karena pembacaan ayat-ayat Al-quran itu membuatnya kesakitan yang sangat, sehingga dalam proses Ruqyah, tidak ada permintaan dari jin kecuali harus pergi dan berhenti dari menganggu manusia.
Karena itu pastikan bahwa orang yang anda minta bantuannya adalah seorang muslim yang shaleh, mengerti ajaran syariah dengan benar, kuat aqidahnya, benar ibadahnya, lurus fikrahnnya dan yang penting diperhatikan, dia hendaknya punya pengalaman sebelumnya dalam menghadapi jin, agar mengenal tipu daya dan trik-trik yang digunakan jin untuk berpura-pura pergi padahal tidak dan sebagainya.
Nabi SAW bersabda: ” Tidak apa-apa ruqyah itu selama tidak mengandung syirik” (HR Muslim).
Beliau SAW juga bersabda: “Barangsiapa menggantungkan sesuatu, maka dirinya akan diserahkan kepadanya” (HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud dan Al-Hakim).
Agar pelaksanaan ruqyah tersebut sesuai dengan sar’i perlu diperhatikan hal hal sebagai berikut:
* Bacaan rukyah berupa ayat-ayat Alqur‘an dan Hadits dari Rasulullah saw.
* Do‘a yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya.
* Berkeyakinan bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tetapi dengan takdir Allah SWT.
* Tidak isti‘anah dengan jin ( atau yang lainnya selain Allah).
* Tidak menggunakan benda-benda yang menimbulkan syubhat dan syirik.
* Cara pengobatan harus sesuai dengan nilai-nilai Syari‘ah.
* Orang yang melakukan terapi harus memiliki kebersihan aqidah, akhlak yang terpuji dan istiqomah dalam ibadah.
Ruqyah : Cara Dan Bacaannya
‘RUQIYAH’, dalam prakteknya adalah upaya untuk mengusir jin dan segala macam gangguannya dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran Al-Kariem. Bagi jin yang meng- ganggu dan jahat, bacaan Al-Quran? Terutama pada ayat tertentu yang dibaca dengan baik dan benar oleh orang yang shalil dan bersih imannya, akan sangat ditakuti. Mereka akan merasakan panas yang membakar dan pergi.
Di antaranya yang paling sering digunakan adalah ayat kursi, beberapa penggalan ayat dalam surat Al-Baqarah (tiga ayat terakhir), Surat Ali Imron, Surat Yasin, Surat Al-Jin, surat Al-Falaq dan Surat An-Naas. Selain itu masih banyak ayat dan doa-doa lainnya yang diriwayatkan kepada kita untuk dibacakan kepada orang yang kesurupan.
Tetapi bila orang itu menggunakan cara-cara yang menyimpang, apalagi dengan melanggar syariat dan aqidah, tidak boleh dilakukan. Karena tujuan jin ketika mengganggu manusia tidak lain adalah untuk menyeret manusia kepada pelanggaran dan syirik kepada Allah.
Misalnya, bila orang itu bilang bahwa jin itu minta sesajen, minta kembang, atau dikorban- kan hewan sembelihan sebagai tumbal, itulah syirik yang sejati. Atau apapun yang secara syariah bertentang dengan hukum-hukum Allah.
Pada dasarnya bila dibacakan Ruqiyah, jin itu sangat takut dan tidak berani menawar-nawar dengan minta ini itu. Karena pembacaan ayat-ayat Al-quran itu membuatnya kesakitan yang sangat, sehingga dalam proses Ruqyah, tidak ada permintaan dari jin kecuali harus pergi dan berhenti dari menganggu manusia.
Ruqyah sendiri adalah salah satu cara dari banyak jalan untuk mengusir gangguan setan dan sihir. Abdul Khalik Al-Atthar dalam bukunya “Menolak dan membentengi diri dari sihir” menyebutkan bahwa untuk bisa terbebas dari pengaruh jahat itu, bisa dilakukan beberapa cara, antara lain:
1. Metode Istinthaq
Methode istinthaq adalah mengajak bicara setan yang ada di dalam tubuh orang yang terkena sihir. Dan menanyakan kepadanya tentang namanya, nama tukang sihir yang memanfaatkan jasanya, nama orang yang membebani tukang sihir untuk melakukan sihir, menanyakan tempat penyimpanan sihir serta barang-barang yang digunakan untuk menyihir. Meskipun demikian, kita dituntut untuk tetap waspada dan tidak mempercayai sepenuhnya akan apa yang diucapkan oleh setan yang ada di dalam tubuh pasien, sebab bisa jadi setan berbohong dengan tujuan untuk menimbulkan fitnah dan memecah belah hubungan baik diantara sesama manusia.
2. Metode Istilham
Melalui Istilham adalah memohon ilham dan petunjuk yang benar dari Allah swt) agar Ia berkenan memberikan isyarat lewat mimpi, sehingga sihir yang menimpa seseorang bisa terdeteksi dan kemudian dilenyapkan.
3. Metode Tahshin
Methode Tahsin adalah pembentengan, yaitu dengan membentengi dan melindungi korban sihir dengan menggunakan bacaan Al-Qur?an, zikir dan ibadah-ibadah tertentu.
Syaikh bin Baaz mengatakan bahwa cara yang paling efektif dalam mengobati pengaruh sihir adalah dengan mengerahkan kemampuan untuk mengetahui tempat sihir, misalnya di tanah, gunung dan lain-lain. Dan bisa diketahui lalu diambil, maka lenyaplah sihir itu.
Pengobatan sihir yang diharamkan adalah menyingkirkan sihir dengan sihir juga, ini sesuai dengan perkataan Rasul yang melarang keras seorang muslim pergi ke rumah dukun dan tukang sihir untuk meminta bantuan kepadanya.
Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa mengeluarkan sihir dan memusnahkannya adalah pengobatan yang paling efektif, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Rasulullah saw bahwasanya beliau memohon kepada Allah untuk dapat melakukan hal itu. Allah memberi petunjuk kepada beliau, sehingga beliau pernah mengeluarkan sihir dari sebuah sumur.
4. Hijamah
Cara yang lainnya adalah dengan hijamah (berbekam) pada anggota tubuh yang terasa sakit akibat pengaruh sihir, karena sihir bisa berpengaruh pada tubuh, dan melemahkannya.
5. Obat-obatan
Pengobatan sihir dapat juga dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang mubah (dibolehkan) seperti dengan memberi kurma ?Ajwah kepada si penderita.
Diriwayatkan dari Amir bin Sa’ad dari bapaknya bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa setiap pagi hari memakan kurma ‘Ajwah maka tidak akan membahayakan dirinya baik racun maupun sihir pada hari itu hingga malam hari”. (HR. Bukhari)
Tentang keistimewaan kurma ini Imam Al-Khattabi berkata: Kurma ‘Ajwah memiliki hasiat dan manfaat yaitu bisa menjadi penangkal racun dan sihir karena berkat do’a Rasulullah saw terhadap kurma Madinah, dan bukan karena keistimewaan kurma itu sendiri.
6. Ruqyah
Cara yang lainnya yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan sihir adalah dengan mem- bacakan ruqyah syar’iyyah (pengobatan melaui bacaan Al-Quran, zikir dan do’a).
Imam Ibnu Qayyim mengatakan: Diantara obat yang paling mujarab untuk melawan sihir akibat pengaruh jahat setan adalah dengan pengobatan syar’i yaitu dengan zikir, do?a dan bacaan-bacaan yang bersumber dari Al-Quran. Jiwa seseorang apabila dipenuhi dengan zikir, wirid dan mensucikan nama Allah niscaya akan terhalangi dari pengaruh sihir. Orang yang terkena sihir bisa sembuh dengan membaca ruqyah sendiri atau dari orang lain dengan ditiupkan pada dada atau tubuh yang sakit sambil membaca zikir dan do’a.
Berikut ini adalah bacaan-bacaan yang diyakini mampu menolak dan menghilangkan bahaya sihir, di antaranya:
* Surat Al-Fatihah.
* Surat Al-Baqarah, khususnya ayat-ayat 1-5, 254-257 dan 284-286.
* Surat Al-Imran khususnya ayat 1-9 dan 18-19
* Surat An-Nisa khususnya ayat 115-121
* Surat Al-A’raf khususnya ayat 54-55.
* Surat Al-Mu’minun khususnya ayat 115-118.
* Surat Yasin khususnya ayat 1-12.
* Surat As-Shaffat khususnya ayat 1-10.
* Surat Ghafir khususnya ayat 1-3, dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya.
Sedangkan doa-doa yang dianjurkan diantaranya:
اللهم رب الناس اذهب البأس اشف أنت الشافى لا شافي إلا أنت شفاء لا يغادر سقما.
Ya Allah, Rabb bagi semua manusia, hilangkanlah rasa sakit, berila kesembuhan, Engkau zat yang menyembuhkan tiada yang bisa menyembuhkan kecuali Engkau, kesembuhan yang tiada menimbulkan sakit sedikitpun.
بسم الله أرقيك من كل شيء يؤذيك ومن شر كل نفس أو عين حاسد الله يشفيك بسم الله أرقيك.
Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari kejahatan setiap jiwa atau pandangan orang yang dengki, Allah yang memberi kesembuhan padamu, dengan nama Allah saya meruqyahmu.
أعيذك بكلمات الله التامة من شر ما خلق.
Saya mohon untuk kamu perlindungan kepada Allah dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang diciptakan.
Bin Baz mengatakan: Hendaklah seorang muslim meminta kesembuhan hanya kepada Allah dari segala kejahatan dan bencana, dengan membaca doa-doa berikut ini:
بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء في الأرض ولا في السماء وهو السميع العليم.
Dengan menyebut nama Allah yang dengan keagungan nama-Nya itu menjadikan sesuatu tidak berbahaya baik yang ada di langit atau di bumi, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui? (Dibaca 3x pada pagi dan sore hari)
Dan dianjurkan pula untuk membaca Ayat Kursy ketika hendak tidur dan sehabis salat fardhu, disamping membaca surat Al-Falaq, Al-Nas dan Al-Ikhlash setiap selesai melakukan salat subuh dan salat maghrib serta menjelang tidur.
Seluruh cara di atas hanyalah sekedar do’a dan usaha, sumber kesembuhan hanyalah dari Allah semata, Dialah yang Maha mampu atas segala sesuatu dan di tangan-Nya segala obat dan penyakit, dan segala sesuatu bisa terjadi berdasarkan ketentuan dan takdir Allah swt.
Sabda Nabi SAW dan berdasarkan penjelasan ulama, maka pengobatan Ruqyah Syar‘iyah diperbolehkan dengan kriteria sbb:
* Bacaan rukyah berupa ayat-ayat Alqur‘an dan Hadits dari Rasulullah saw.
* Do‘a yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya.
* Berkeyakinan bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tetapi dengan takdir Allah SWT.
* Tidak isti‘anah dengan jin (atau yang lainnya selain Allah).
* Tidak menggunakan benda-benda yang menimbulkan syubhat dan syirik.
* Cara pengobatan harus sesuai dengan nilai-nilai Syari‘ah.
* Orang yang melakukan terapi harus memiliki kebersihan aqidah, akhlak yang terpuji dan istiqomah dalam ibadah.
Pada dasarnya membantu pengobatan dengan ruqyah adalah amal tathowu‘i sukarela) yang dibolehkan menerima hadiah dan bukan kasbul maisyah (mata pencaharian rutin).
sumber:http://suryadhie.wordpress.com
Jumat, 25 Maret 2011
Rahasia Angka angka dalam Alqur'an
Kata-kata dalam Al-Qur’an, dengan sejumlah pengulangannya merupakan Mukjizat, jumlah kata-kata dalam Al-Qur’an yang menegaskan kata-kata yang lain ternyata jumlahnya sama dengan jumlah kata-kata Al-Qur’an yang menjadi lawan kata atau kebalikan dari kata-kata tersebut, atau diantara keduanya ada nisbah kontradiktif.
Al-Qur’an tidak hanya terbatas pada ayat-ayat mulianya, makna-maknanya, prinsip-prinsip dan dasar-dasar keadilannya serta pengetahuan-pengetahuan gaibnya saja, melainkan juga termasuk jumlah-jumlah yang ada dalam Al-Qur’an itu sendiri, begitu juga pengulangan kata dan hurufnya, orang-orang yang melakukan ‘ulum’ Al-Qur’an sejak dulu sudah menyadarai adanya fenomena tersebut mempunyai maksud dan tujuan tertentu.
Para peneliti terdahulu sudah mencatat, bahwa surat-surat yang dibuka dengan huruf-huruf ‘muqaththa’ah’ berjumlah 29 surat, sementara jumlah huruf ‘hijaiyah’ Arab ditambah dengan huruf “Hamzah” juga berjumlah 29 huruf hal ini dengan sudut pandang bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab.
DR. Abdul Razaq Naufal dalam bukunya berjudul ‘ Al’Ijaz Al’Adadiy Fi Al-Qur’an Al Karim” beliau menulis beberapa tema-tema tersebut terjadi keharmonisan diantara jumlah kata-kata Al-Qur’an dan berikut ini adalah sejumlah perhitungan yang benar-benar merupakan Mukjizat, dari jumlah kata dalam Al-Qur’an sebanyak 51.900, Jumlah Juz 30, Jumlah Surat 112, keanehan yang ada diantaranya sbb :
* Kata ‘Iblis” ( La’nat ALLAH ‘alaihi ) dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak 11 kali, sementara “Isti’adzah” juga disebutkan 11 kali, Kata “ma’siyah” dan derivatnya disebutkan sebanyak 75 kali, sementara kata “Syukr” dan derivatnya juga disebutkan sebanyak 75 kali.
* Kata “al-dunya” disebutkan sebanyak 115 kali, begitu juga kata “al-akhirah” sebanyak 115 kali.
* Kata “Al-israf” disebutkan 23 kali, kata kebalikannya “al-sur’ah” sebanyak 23 kali.
* Kata “Malaikat” disebutkan 88 kali, kata kebalikannya ‘Al-syayathin” juga 88 kali.
* Kata “Al-sulthan disebutkan 37 kali, kata kebalikannya “Al-nifaq” juga 37 kali.
* Kata “Al-harb”(panas) sebanyak 4 kali, kebalikannya “ Al-harb” juga 4 kali.
* Kata “ Al-harb (perang) sebanyak 6 kali, kebalikannya “Al-husra” (tawanan) 6 kali.
* Kata “Al-hayat” (hidup” sebanyak 145 kali, kebalikannya “Al-maut” (mati) 145 kali.
* Kata “Qalu” (mereka mengatakan) sebanyak 332 kali, kebalikannya “Qul” ( katakanlah) sebanyak 332 kali.
* Kata “Al-sayyiat” yang menjadi kebalikan kata “Al-shahihat” masing-masing 180 kali.
* Kata “Al-rahbah” yang menjadi kebalikan kata “Al-ragbah” masing-masing 8 kali.
* Kata “Al-naf’u” yang menjadi kebalikan kata “Al-fasad” masing-masing 50 kali.
* Kata “Al-nas” yang menjadi kebalikan kata “Al-rusul” masing-masing 368 kali.
* Kata “Al-asbath” yang menjadi kebalikan kata “Al-awariyun” masing-masing 5 kali
* Kata “Al-jahr” yang menjadi kebalikan kata “Al-alaniyyah” masing-masing 16 kali
* Kata “Al-jaza” 117 kali ( sama dg kebalikannya),
* Kata “Al-magfiroh” 234 kali ( sama dengan kebalikannya),
* Kata “Ad-dhalala” ( kesesatan) 191 kali ( sama dengan kebalikannya),
* Kata “Al-ayat” 2 kali “Ad-dhalala” yaitu 282 kali. Dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebutkan satu persatu disini.
* Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk tunggal disebutkan sebanyak 365 kali, sebanyak jumlah hari pada tahun Syamsyiyyah.
* Kata “Syahr” ( bulan) sebanyak 12 kali, sama dg jumlah Bulan dalam satu Tahun.
* Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk plural (jamak) sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu Bulan.
* Kata “Sab’u” (minggu) disebutkan 7 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu minggu.
* Jumlah “ saah” (jam) yang didahului dengan ‘harf’ sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam satu hari.
* Kata “Sujud” disebutkan 34 kali, sama dengan jumlah raka’at dalam solat 5 waktu
* Kata “Shalawat” disebutkan 5 kali, sama dengan jumlah solat wajib sehari semalam.
* Kata “Aqimu” yang diikuti kata “Shalat” sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah Raka’at Sholat fardhu/ wajib.
sumber:http://misteridunia.wordpress.com
Mukjizat Nabi Musa as
Masih ingatkah teman-teman dengan kisah mukjizat Nabi Musa yang membelah laut merah dengan tongkatnya? Jika salah satu diantara teman-teman yang menganggap kisah tersebut hanya merupakan dongeng belaka, sekarang mari kita simak tulisan yang saya uraikan dibawah ini.
Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 silam mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah. Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam dilautan tsb saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.
Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.
Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa2 tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Pharaoh yang tenggelam di laut Merah. Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan,memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam, dimana menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.
Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah
satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas. Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka. Diantara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.
Sekarang mari kita perhatikan gambar diatas, Pada bagian peta yang dilingkari (lingkaran merah), menurut para ahli kira-kira disitulah lokasi dimana Nabi Musa bersama para kaumnya menyebrangi laut Merah. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat
Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter.Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter. Dapatkah kita membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).
Menurut sebuah perhitungan, diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima Jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin,menurut beberapa perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!!! sungguh luar biasa, Allah Maha Besar.
sumber:http://misteridunia.wordpress.com
Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 silam mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah. Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam dilautan tsb saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.
Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.
Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa2 tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Pharaoh yang tenggelam di laut Merah. Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan,memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam, dimana menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.
Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah
satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas. Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka. Diantara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.
Sekarang mari kita perhatikan gambar diatas, Pada bagian peta yang dilingkari (lingkaran merah), menurut para ahli kira-kira disitulah lokasi dimana Nabi Musa bersama para kaumnya menyebrangi laut Merah. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat
Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter.Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter. Dapatkah kita membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).
Menurut sebuah perhitungan, diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima Jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin,menurut beberapa perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!!! sungguh luar biasa, Allah Maha Besar.
sumber:http://misteridunia.wordpress.com
Kamis, 24 Maret 2011
KISAH NABI SHOLIH ‘alaihissalam DAN KAUM TSAMUD
Mereka adalah kaum Tsamud suatu kaum yang menodai bumi dengan ritual kesyirikan dengan penyembahan berhala. Mereka masih satu rumpun dengan kaum ‘Ad yang terlebih dahulu dibinasakan dan dimusnahkan oleh Alloh Ta’ala dimasa Nabiyulloh Hud ‘alaihissalam dengan kesalahan yang sama.
Dari golongan kaum Tsamud sendiri, Alloh Ta’ala mengutus seorang rosul bernama Nabi Sholih ‘alaihissalam. Beliau mengajak kaumnya untuk beribadah hanya kepada Alloh semata dan meninggalkan peribadatan kepada berhala. Beliau juga memperingatkan tentang adzab yang ditimpakan Alloh Ta’ala kepada kaum ‘Ad dengan hujan angin dan pasir panas. Beliau mengajak mereka untuk banyak bersyukur kepada Alloh Ta’ala atas nikmat yang melimpah pada mereka, ditambah lagi bahwa Alloh memberi ilham kepada mereka sehingga mereka bisa memahat gunung-gunung yang terjal menjadi tempat tinggal yang nyaman (Baca surat Al-A’Arof 07: 74).
Saat ini di Lembah Rum yang juga disebut dengan Lembah Petra di Jordania dapat dilihat berbagai contoh karya pahat batu yang terbaik dari kaum ini.
SERUAN DAKWAH NABI SHOLIH ‘alaihissalam
Dalam menghadapi kaum Tsamud, Nabi Sholih ‘alaihissalam selalu mendapat hujatan dan ancaman dari kaumnya, bahkan sampai ancaman pembunuhan. Ketika Nabi Sholih ‘alaihissalam mendakwahkan mereka, Alloh Ta’ala mengabadikan perkataan mereka:
“Kaum Tsamud berkata: "Hai Sholih, Sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara Kami yang Kami harapkan, Apakah kamu melarang Kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak Kami ? dan Sesungguhnya Kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami." (QS. Hud 11: 62)
Di ayat yang lain mereka mengatakan:
“Mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir.” (QS. Asy-Syu’aro 26: 153)
Mereka menganggap bahwa ajakan Nabi Sholih ‘alaihissalam itu hanyalah bualan semata. Karena menurut mereka, hal ini menyelisihi apa yang sudah menjadi tradisi nenek moyang mereka dalam mengagungkan berhala.
UNTA BUNTING, MUKJIZAT YANG NYATA
Beberapa ahli tafsir mengatakan bahwa suatu ketika kamu Tsamud berkumpul di balai pertemuan. Kemudian datanglah Nabi Sholih ‘alaihissalam kepada mereka. Nabi Sholih ‘alaihissalam mengajak mereka untuk menyembah kepada Alloh saja, disertai peringatan dan ancaman.
Maka, berkatalah kaumnya, “Apakah kamu bisa mengeluarkan dari batu sebesar ini (mereka berisyarat ke sebuah batu) seekor unta betina yang bunting lagi panjang dengan ciri begini dan begitu untuk kami?!” Nabi Sholih ‘alaihissalam ‘alaihissalam Menyahut,“Bagaimana tanggapan kalian jika aku bisa mengabulkan apa yang kalian minta? Apakah kalian akan beriman terhadap apa yang aku bawa dan membenarkan apa yang diriku diutus dengannya?” Mereka pun menjawab, “Ya.” Kemudian Nabi Sholih ‘alaihissalam melakukan sholat, lalu berdo’a kepada Alloh agar mengabulkan permintaan mereka.
Maka Alloh memerintahkan kepada batu tersebut untuk membelah diri, kemudian keluarlah darinya seekor unta yang buting sesuai dengan ciri yang kaum Tsamud minta. Dan tatkala mereka melihat keajaiban itu, suatu mukjizat yang terang dan nyata di depan mata, suatu tanda yang tak mungkin bisa dielakkan; maka sebagian kecil dari mereka pun beriman, namun kebanyakan dari mereka tetap di atas kekafiran.
KESEPAKATAN BERSAMA
Nabi Sholih ‘alaihissalam juga berpesan kepada mereka:.
“Hai kaumku, Inilah unta betina dari Alloh, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah Dia makan di bumi Alloh, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat.” (QS. Hud 11: 64)
Nabi Sholih ‘alaihissalam dan kaum Tsamud bersepakat bahwa unta betina itu boleh memakan rumput sembarang tempat di bumi mereka, dan boleh mendatangi sumur mereka dengan cara bergiliran, sehari
untuk unta dan sehari untuk kaum Tsamud. Bila jatuh giliran unta yang minum maka semua air yang ada di sumur itu menjadi hak si unta. Tak seorang pun dari kaum Tsamud berhak mengambilnya. Sehingga kaum
Tsamud mengambil air dari sumur itu untuk kebutuhan hari itu dan persediaan untuk besoknya. Sebagai gantinya, setelah unta itu beranak, kaum Tsamud boleh memerah susu dari unta itu. Semua itu sebagai ujian dari Alloh Ta’ala kepada mereka.
MAKAR KAUM TSAMUD TERHADAP UNTA ALLOH Ta’ala
Waktu terus berlalu dan keadaan pun terus berubah. Hingga suatu ketika, setan membisiki tipu daya kedalam hati para pemuka kaum Tsamud. Berkumpullah mereka di suatu tempat mengadakan kesepakatan bersama untuk menyembelih unta tersebut dengan alasan agar mereka bisa sepenuhnya menguasai air yang ada pada sumur mereka, dan juga agar mereka bisa beristirahat dari kepayahan mengambil air sebab unta tersebut. Rencana jahat ini diprakarsai oleh pemimpin mereka, sosok manusia berkulit putih kemerah-merahan bernama Qidar bin Salif, ialah seorang laki‐laki yang paling celaka nasibnya (HR. Ahmad 4/263 dan Ibnu Abi Hatim 10/3438 dan dishohihkan oleh Syaikh al‐Albani).
Lalu diikuti dan didukung oleh semua kaum Tsamud yang tidak beriman kepada ajaran yang dibawa Nabi Sholih ‘alaihissalam. Dikisahkan dalam Tafsir ath‐Thobari, 8/226, bahwa di antara kaum Tsamud ada dua orang wanita; yang pertama adalah seorang wanita yang dicerai oleh suaminya karena ia tetap bersikukuh dalam kekafirannya padahal suaminya telah beriman kepada Nabi Sholih ‘alaihissalam.
Wanita ini termasuk golongan wanita kaya dan memiliki pengaruh di kaumnya. Setelah perceraian itu, ia menawarkan diri kepada anak pamannya (Misdaq bin Mahraj) untuk dinikahi dengan syarat apabila ia berhasil menyembelih unta Nabi Sholih ‘alaihissalam. Wanita yang kedua adalah seorang wanita kafir yang telah berusia senja yang mempunya empat orang anak perempuan.
Wanita tua itu juga menawarkan kepada Qidar bin Salif jika ia bisa menyembelih unta Nabi Sholih ‘alaihissalam maka ia boleh memilih salah satu dari keempat anak perempuannya.
Maka bergegaslah kedua laki‐laki tersebut berusaha untuk menyembelih unta Nabi Sholih ‘alaihissalam. Didukung pula oleh tujuh orang lainnya dari kaum Tsamud, maka jadilah mereka sembilan orang (Itulah yang Alloh Ta’ala kisahkan dalam al‐Qur’an surat an‐Naml 27: 48 ).
KAUM TSAMUD MENYEMBELIH UNTA ALLOH Ta’ala
Akhirnya, bergeraklah sembilan laki‐laki itu untuk menyembelih unta Nabi Sholih ‘alaihissalam. Mereka mendapat dukungan penuh dari kaumnya akan makar ini. Mulailah mereka mengintai unta itu. Tatkala unta tersebut muncul, Misdaq memanahnya dan mengenai pahanya. Para wanita yang hadir disitu juga memberikan dukungan untuk lebih berani membunuhnya. Lalu Qidar bergerak cepat menghunus pedangnya hingga mengenai urat tumitnya. Akibatnya, unta itu terjerembab dan tersungkur ke tanah. Unta itu bersuara keras memperingatkan anak‐anaknya untuk menjauh. Selanjutnya, Qidar menusukkan pedangnya ke lehernya, lalu menyembelihnya. Melihat hal itu, anak unta tersebut berhamburan ke gunung sambil bersuara keras tiga kali
KEHANCURAN KAUM TSAMUD
‘Si Unta Mukjizat’ yang menjadi tanda dan bukti nyata akan kebenaran Nabi Sholih ‘alaihissalam benar‐benar telah terbunuh oleh tangan‐tangan kaum Tsamud yang durhaka. Tubuhnya yang panjang telah tersayat dan terpotong‐potong oleh kebengisan tangan‐tangan mereka. Setelah puas akan hal itu, mereka menantang Nabi Sholih ‘alaihissalam agar apa yang diancamkan Alloh Ta’ala berupa adzab karena pembunuhan unta itu segera di datangkan. Perkataan mereka ini telah diabadikan dalam al‐Qur’an:
“Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah tuhan. Dan mereka berkata: "Hai Sholih, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang‐orang yang diutus (Alloh)". (QS. Al‐A’rof 7: 77)
Saat diberi kabar tentang kematian unta itu, Nabi Sholih ‘alaihissalam bergegas pergi ketempat kejadian. Beliau menangis ketika melihat bangkai unta terkapar tak berdaya. Beliau sedih kaumnya begitu tega dan berani menentang wahyu dari Alloh Ta’ala tersebut. Tak takutkah mereka akan kepedihan adzab Alloh Ta’ala yang diancamkan kepada mereka?!
Maka tatkala turun wahyu dari Alloh Ta’ala, Nabi Sholih ‘alaihissalam memberi tempo kepada kaum Tsamud selama tiga hari dari hari penyembelihan unta, yakni hari Rabu. Hal ini sesuai dengan jumlah teriakan anak unta itu, ketika lari ke gunung untuk menyelamatkan diri. Firman Alloh Ta’ala :
“Maka kaum Tsamud menyembelih unta itu, lalu Nabi Sholih berkata kepada mereka, “Bersenang‐senanglah kalian selama tiga hari. Itu adalah suatu janji ancaman yang tidak dusta”. (QS. Hud 11: 65)
Menanggapi ancaman Nabi Sholih ‘alaihissalam itu, kaum Tsamud malah mencemooh dan mendustakan, bahkan disore harinya mereka berencana membunuh Nabi Sholih ‘alaihissalam beserta keluarganya. Menurut mereka, jika Nabi Sholih ‘alaihissalam memang benar‐benar berada di atas kebenaran, biarlah dia mati sebelum adzab menimpa mereka. Namun jika ia seorang pendusta, biarlah menyusul kematian untanya. Mereka pun berencana bila berhasil membunuh Nabi Sholih ‘alaihissalam, mereka akan mengingkari pembunuhan tersebut bila ahli warisnya menuntut. Begitulah keinginan keji mereka.
Akan tetapi Alloh Ta’ala berkehendak lain. Ketika sebagian rombongan kaum Tsamud bergerak menuju rumah Nabi Sholih ‘alaihissalam untuk membunuhnya, Alloh Ta’ala mengirim batu untuk menghadang perjalanan mereka. Batu itu menimpa mereka dan memecahkan kepala‐kepala mereka. Mereka pun tewas seketika mendahului kaum Tsamud yang lainnya. Kamis, hari pertama dari masa tenggang yang diancamkan, terlihat wajah‐wajah kaum Tsamud mulai menguning, tak jelas apa sebabnya. Kemudian hari kedua, Jum’at, wajah‐wajah mereka berubah menjadi merah. Lalu hari terakhir, Sabtu, wajah‐wajah mereka berubah menjadi hitam. Maka, tibalah saat waktu yang telah diancamkan, hari Ahad. Mereka semua duduk tertegun menanti apa yang akan terjadi pada mereka. Mereka tak tahu bagaimana bentuk adzab yang diancamkan dan dari mana datangnya. Maka, ketika matahari terbit di hari itu, terdengarlah suara yang sangat keras bak halilintar dari langit. Disusul gempa hebat yang menggetarkan semua yang ada di bumi. Akhirnya, tak satu pun nyawa kaum Tsamud yang tak beriman yang tersisa, semua dicabut secara mengenaskan; tak kenal dewasa, anak‐anak, laki‐laki dan perempuan semuanya menjadi mayat‐mayat yang bergelimpangan. Alloh Ta’ala berfirman menggambarkan keadaan mereka:
“Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan suara petir yang amat keras.” (QS. Al‐Haqqoh 69: 5)
“lalu datanglah gempa menimpa mereka dan mereka pun mati gelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka.” (QS. Al‐A’rof 7: 78)
Nabi Sholih ‘alaihissalam dan orang‐orang yang beriman diselamatkan oleh Alloh Ta’ala:
“Dan Kami selamatkan orang‐orang yang beriman dan mereka adalah orang‐orang yang bertakwa.” (QS. Fushshilat 41: 18)
Pasca kehancuran kaum Tsamud, Nabi Sholih ‘alaihissalam meninggalkan tempat tinggal mereka dan menetap di tanah haram. Alloh Ta’ala mengisahkan:
“Maka berpalinglah Nabi Sholih meninggalkan kaumnya seraya berkata: "Hai kaumku Sesungguhnya aku telah menyampaikan risalah Robb‐ku kepada kalian dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang‐orang yang memberi nasehat." (QS. Al‐A’rof 7: 79), Wallohu A’lam…
sumber:http://forum.vivanews.com
Dari golongan kaum Tsamud sendiri, Alloh Ta’ala mengutus seorang rosul bernama Nabi Sholih ‘alaihissalam. Beliau mengajak kaumnya untuk beribadah hanya kepada Alloh semata dan meninggalkan peribadatan kepada berhala. Beliau juga memperingatkan tentang adzab yang ditimpakan Alloh Ta’ala kepada kaum ‘Ad dengan hujan angin dan pasir panas. Beliau mengajak mereka untuk banyak bersyukur kepada Alloh Ta’ala atas nikmat yang melimpah pada mereka, ditambah lagi bahwa Alloh memberi ilham kepada mereka sehingga mereka bisa memahat gunung-gunung yang terjal menjadi tempat tinggal yang nyaman (Baca surat Al-A’Arof 07: 74).
Saat ini di Lembah Rum yang juga disebut dengan Lembah Petra di Jordania dapat dilihat berbagai contoh karya pahat batu yang terbaik dari kaum ini.
SERUAN DAKWAH NABI SHOLIH ‘alaihissalam
Dalam menghadapi kaum Tsamud, Nabi Sholih ‘alaihissalam selalu mendapat hujatan dan ancaman dari kaumnya, bahkan sampai ancaman pembunuhan. Ketika Nabi Sholih ‘alaihissalam mendakwahkan mereka, Alloh Ta’ala mengabadikan perkataan mereka:
“Kaum Tsamud berkata: "Hai Sholih, Sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara Kami yang Kami harapkan, Apakah kamu melarang Kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak Kami ? dan Sesungguhnya Kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami." (QS. Hud 11: 62)
Di ayat yang lain mereka mengatakan:
“Mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir.” (QS. Asy-Syu’aro 26: 153)
Mereka menganggap bahwa ajakan Nabi Sholih ‘alaihissalam itu hanyalah bualan semata. Karena menurut mereka, hal ini menyelisihi apa yang sudah menjadi tradisi nenek moyang mereka dalam mengagungkan berhala.
UNTA BUNTING, MUKJIZAT YANG NYATA
Beberapa ahli tafsir mengatakan bahwa suatu ketika kamu Tsamud berkumpul di balai pertemuan. Kemudian datanglah Nabi Sholih ‘alaihissalam kepada mereka. Nabi Sholih ‘alaihissalam mengajak mereka untuk menyembah kepada Alloh saja, disertai peringatan dan ancaman.
Maka, berkatalah kaumnya, “Apakah kamu bisa mengeluarkan dari batu sebesar ini (mereka berisyarat ke sebuah batu) seekor unta betina yang bunting lagi panjang dengan ciri begini dan begitu untuk kami?!” Nabi Sholih ‘alaihissalam ‘alaihissalam Menyahut,“Bagaimana tanggapan kalian jika aku bisa mengabulkan apa yang kalian minta? Apakah kalian akan beriman terhadap apa yang aku bawa dan membenarkan apa yang diriku diutus dengannya?” Mereka pun menjawab, “Ya.” Kemudian Nabi Sholih ‘alaihissalam melakukan sholat, lalu berdo’a kepada Alloh agar mengabulkan permintaan mereka.
Maka Alloh memerintahkan kepada batu tersebut untuk membelah diri, kemudian keluarlah darinya seekor unta yang buting sesuai dengan ciri yang kaum Tsamud minta. Dan tatkala mereka melihat keajaiban itu, suatu mukjizat yang terang dan nyata di depan mata, suatu tanda yang tak mungkin bisa dielakkan; maka sebagian kecil dari mereka pun beriman, namun kebanyakan dari mereka tetap di atas kekafiran.
KESEPAKATAN BERSAMA
Nabi Sholih ‘alaihissalam juga berpesan kepada mereka:.
“Hai kaumku, Inilah unta betina dari Alloh, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah Dia makan di bumi Alloh, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat.” (QS. Hud 11: 64)
Nabi Sholih ‘alaihissalam dan kaum Tsamud bersepakat bahwa unta betina itu boleh memakan rumput sembarang tempat di bumi mereka, dan boleh mendatangi sumur mereka dengan cara bergiliran, sehari
untuk unta dan sehari untuk kaum Tsamud. Bila jatuh giliran unta yang minum maka semua air yang ada di sumur itu menjadi hak si unta. Tak seorang pun dari kaum Tsamud berhak mengambilnya. Sehingga kaum
Tsamud mengambil air dari sumur itu untuk kebutuhan hari itu dan persediaan untuk besoknya. Sebagai gantinya, setelah unta itu beranak, kaum Tsamud boleh memerah susu dari unta itu. Semua itu sebagai ujian dari Alloh Ta’ala kepada mereka.
MAKAR KAUM TSAMUD TERHADAP UNTA ALLOH Ta’ala
Waktu terus berlalu dan keadaan pun terus berubah. Hingga suatu ketika, setan membisiki tipu daya kedalam hati para pemuka kaum Tsamud. Berkumpullah mereka di suatu tempat mengadakan kesepakatan bersama untuk menyembelih unta tersebut dengan alasan agar mereka bisa sepenuhnya menguasai air yang ada pada sumur mereka, dan juga agar mereka bisa beristirahat dari kepayahan mengambil air sebab unta tersebut. Rencana jahat ini diprakarsai oleh pemimpin mereka, sosok manusia berkulit putih kemerah-merahan bernama Qidar bin Salif, ialah seorang laki‐laki yang paling celaka nasibnya (HR. Ahmad 4/263 dan Ibnu Abi Hatim 10/3438 dan dishohihkan oleh Syaikh al‐Albani).
Lalu diikuti dan didukung oleh semua kaum Tsamud yang tidak beriman kepada ajaran yang dibawa Nabi Sholih ‘alaihissalam. Dikisahkan dalam Tafsir ath‐Thobari, 8/226, bahwa di antara kaum Tsamud ada dua orang wanita; yang pertama adalah seorang wanita yang dicerai oleh suaminya karena ia tetap bersikukuh dalam kekafirannya padahal suaminya telah beriman kepada Nabi Sholih ‘alaihissalam.
Wanita ini termasuk golongan wanita kaya dan memiliki pengaruh di kaumnya. Setelah perceraian itu, ia menawarkan diri kepada anak pamannya (Misdaq bin Mahraj) untuk dinikahi dengan syarat apabila ia berhasil menyembelih unta Nabi Sholih ‘alaihissalam. Wanita yang kedua adalah seorang wanita kafir yang telah berusia senja yang mempunya empat orang anak perempuan.
Wanita tua itu juga menawarkan kepada Qidar bin Salif jika ia bisa menyembelih unta Nabi Sholih ‘alaihissalam maka ia boleh memilih salah satu dari keempat anak perempuannya.
Maka bergegaslah kedua laki‐laki tersebut berusaha untuk menyembelih unta Nabi Sholih ‘alaihissalam. Didukung pula oleh tujuh orang lainnya dari kaum Tsamud, maka jadilah mereka sembilan orang (Itulah yang Alloh Ta’ala kisahkan dalam al‐Qur’an surat an‐Naml 27: 48 ).
KAUM TSAMUD MENYEMBELIH UNTA ALLOH Ta’ala
Akhirnya, bergeraklah sembilan laki‐laki itu untuk menyembelih unta Nabi Sholih ‘alaihissalam. Mereka mendapat dukungan penuh dari kaumnya akan makar ini. Mulailah mereka mengintai unta itu. Tatkala unta tersebut muncul, Misdaq memanahnya dan mengenai pahanya. Para wanita yang hadir disitu juga memberikan dukungan untuk lebih berani membunuhnya. Lalu Qidar bergerak cepat menghunus pedangnya hingga mengenai urat tumitnya. Akibatnya, unta itu terjerembab dan tersungkur ke tanah. Unta itu bersuara keras memperingatkan anak‐anaknya untuk menjauh. Selanjutnya, Qidar menusukkan pedangnya ke lehernya, lalu menyembelihnya. Melihat hal itu, anak unta tersebut berhamburan ke gunung sambil bersuara keras tiga kali
KEHANCURAN KAUM TSAMUD
‘Si Unta Mukjizat’ yang menjadi tanda dan bukti nyata akan kebenaran Nabi Sholih ‘alaihissalam benar‐benar telah terbunuh oleh tangan‐tangan kaum Tsamud yang durhaka. Tubuhnya yang panjang telah tersayat dan terpotong‐potong oleh kebengisan tangan‐tangan mereka. Setelah puas akan hal itu, mereka menantang Nabi Sholih ‘alaihissalam agar apa yang diancamkan Alloh Ta’ala berupa adzab karena pembunuhan unta itu segera di datangkan. Perkataan mereka ini telah diabadikan dalam al‐Qur’an:
“Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah tuhan. Dan mereka berkata: "Hai Sholih, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang‐orang yang diutus (Alloh)". (QS. Al‐A’rof 7: 77)
Saat diberi kabar tentang kematian unta itu, Nabi Sholih ‘alaihissalam bergegas pergi ketempat kejadian. Beliau menangis ketika melihat bangkai unta terkapar tak berdaya. Beliau sedih kaumnya begitu tega dan berani menentang wahyu dari Alloh Ta’ala tersebut. Tak takutkah mereka akan kepedihan adzab Alloh Ta’ala yang diancamkan kepada mereka?!
Maka tatkala turun wahyu dari Alloh Ta’ala, Nabi Sholih ‘alaihissalam memberi tempo kepada kaum Tsamud selama tiga hari dari hari penyembelihan unta, yakni hari Rabu. Hal ini sesuai dengan jumlah teriakan anak unta itu, ketika lari ke gunung untuk menyelamatkan diri. Firman Alloh Ta’ala :
“Maka kaum Tsamud menyembelih unta itu, lalu Nabi Sholih berkata kepada mereka, “Bersenang‐senanglah kalian selama tiga hari. Itu adalah suatu janji ancaman yang tidak dusta”. (QS. Hud 11: 65)
Menanggapi ancaman Nabi Sholih ‘alaihissalam itu, kaum Tsamud malah mencemooh dan mendustakan, bahkan disore harinya mereka berencana membunuh Nabi Sholih ‘alaihissalam beserta keluarganya. Menurut mereka, jika Nabi Sholih ‘alaihissalam memang benar‐benar berada di atas kebenaran, biarlah dia mati sebelum adzab menimpa mereka. Namun jika ia seorang pendusta, biarlah menyusul kematian untanya. Mereka pun berencana bila berhasil membunuh Nabi Sholih ‘alaihissalam, mereka akan mengingkari pembunuhan tersebut bila ahli warisnya menuntut. Begitulah keinginan keji mereka.
Akan tetapi Alloh Ta’ala berkehendak lain. Ketika sebagian rombongan kaum Tsamud bergerak menuju rumah Nabi Sholih ‘alaihissalam untuk membunuhnya, Alloh Ta’ala mengirim batu untuk menghadang perjalanan mereka. Batu itu menimpa mereka dan memecahkan kepala‐kepala mereka. Mereka pun tewas seketika mendahului kaum Tsamud yang lainnya. Kamis, hari pertama dari masa tenggang yang diancamkan, terlihat wajah‐wajah kaum Tsamud mulai menguning, tak jelas apa sebabnya. Kemudian hari kedua, Jum’at, wajah‐wajah mereka berubah menjadi merah. Lalu hari terakhir, Sabtu, wajah‐wajah mereka berubah menjadi hitam. Maka, tibalah saat waktu yang telah diancamkan, hari Ahad. Mereka semua duduk tertegun menanti apa yang akan terjadi pada mereka. Mereka tak tahu bagaimana bentuk adzab yang diancamkan dan dari mana datangnya. Maka, ketika matahari terbit di hari itu, terdengarlah suara yang sangat keras bak halilintar dari langit. Disusul gempa hebat yang menggetarkan semua yang ada di bumi. Akhirnya, tak satu pun nyawa kaum Tsamud yang tak beriman yang tersisa, semua dicabut secara mengenaskan; tak kenal dewasa, anak‐anak, laki‐laki dan perempuan semuanya menjadi mayat‐mayat yang bergelimpangan. Alloh Ta’ala berfirman menggambarkan keadaan mereka:
“Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan suara petir yang amat keras.” (QS. Al‐Haqqoh 69: 5)
“lalu datanglah gempa menimpa mereka dan mereka pun mati gelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka.” (QS. Al‐A’rof 7: 78)
Nabi Sholih ‘alaihissalam dan orang‐orang yang beriman diselamatkan oleh Alloh Ta’ala:
“Dan Kami selamatkan orang‐orang yang beriman dan mereka adalah orang‐orang yang bertakwa.” (QS. Fushshilat 41: 18)
Pasca kehancuran kaum Tsamud, Nabi Sholih ‘alaihissalam meninggalkan tempat tinggal mereka dan menetap di tanah haram. Alloh Ta’ala mengisahkan:
“Maka berpalinglah Nabi Sholih meninggalkan kaumnya seraya berkata: "Hai kaumku Sesungguhnya aku telah menyampaikan risalah Robb‐ku kepada kalian dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang‐orang yang memberi nasehat." (QS. Al‐A’rof 7: 79), Wallohu A’lam…
sumber:http://forum.vivanews.com
Senin, 14 Maret 2011
Al Qur'an dan Ilmu Pengetahuan
Benar kiranya jika Al Qur’an disebut sebagai mukjizat. Bagaimana tidak, ternyata ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan di abad ke 7 masehi di mana ilmu pengetahuan belum berkembang (saat itu orang mengira bumi itu rata dan matahari mengelilingi bumi), sesuai dengan ilmu pengetahuan modern yang baru-baru ini ditemukan oleh manusia.
Sebagai contoh ayat di bawah:
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” [Al Anbiyaa:30]
Saat itu orang tidak ada yang tahu bahwa langit dan bumi itu awalnya satu. Ternyata ilmu pengetahuan modern seperti teori Big Bang dan teori ilmiyah lainnya menyatakan bahwa alam semesta (bumi dan langit) itu dulunya satu. Kemudian akhirnya pecah menjadi sekarang ini.
Kemudian ternyata benar segala yang bernyawa, termasuk tumbuhan bersel satu pasti mengandung air dan juga membutuhkan air. Keberadaan air adalah satu indikasi adanya kehidupan di suatu planet. Tanpa air, mustahil ada kehidupan. Inilah satu kebenaran ayat Al Qur’an.
Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al Qur’an, 21:33)
Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:
“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 36:38)
Langit yang mengembang (Expanding Universe)
Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)
Menurut Al Qur’an langit diluaskan/mengembang. Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.
Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.
Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.
Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi.
Gunung yang Bergerak
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.” [QS 27:88]
14 abad lampau seluruh manusia menyangka gunung itu diam tidak bergerak. Namun dalam Al Qur’an disebutkan gunung itu bergerak.
Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat.
Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.
Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.
Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.
Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.
Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:
Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)
Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)
Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.
“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (Al Qur’an, 15:22)
Diselamatkannya Jasad Fir’aun
“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu” [QS 10:92]
Foto Fir'aun Ramses 2Maurice Bucaille dulunya adalah peneliti mumi Fir’aun di Mesir. Pada mumi Ramses II Dia menemukan keganjilan, yaitu kandungan garam yang sangat tinggi pada tubuhnya. Dia baru kemudian menemukan jawabannya di Al-Quran, ternyata Ramses II ini adalah Firaun yang dulu ditenggelamkan oleh Allah swt ketika sedang mengejar Nabi Musa as.
Injil & Taurat hanya menyebutkan bahwa Ramses II tenggelam; tetapi hanya Al-Quran yang kemudian menyatakan bahwa mayatnya diselamatkan oleh Allah swt, sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.
Perhatikan bahwa Nabi Muhammad saw hidup 3000 tahun setelah kejadian tersebut, dan tidak ada cara informasi tersebut (selamatnya mayat Ramses II) dapat ditemukan beliau (karena di Injil & Taurat pun tidak disebut). Makam Fir’aun, Piramid, yang tertimbun tanah baru ditemukan oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni tahun 1817. Namun Al-Quran bisa menyebutkannya karena memang firman Allah swt (bukan buatan Nabi Muhammad saw).
Segala Sesuatu diciptakan Berpasang-pasangan
Al Qur’an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan.
Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:
“…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”
Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui letupan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian “dikirim ke bumi”, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan.
Jelas Al Qur’an itu benar dan tak ada keraguan di dalamnya.
Sumber : http://unik-aneh-langka.blogspot.com...ngetahuan.html
Sebagai contoh ayat di bawah:
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” [Al Anbiyaa:30]
Saat itu orang tidak ada yang tahu bahwa langit dan bumi itu awalnya satu. Ternyata ilmu pengetahuan modern seperti teori Big Bang dan teori ilmiyah lainnya menyatakan bahwa alam semesta (bumi dan langit) itu dulunya satu. Kemudian akhirnya pecah menjadi sekarang ini.
Kemudian ternyata benar segala yang bernyawa, termasuk tumbuhan bersel satu pasti mengandung air dan juga membutuhkan air. Keberadaan air adalah satu indikasi adanya kehidupan di suatu planet. Tanpa air, mustahil ada kehidupan. Inilah satu kebenaran ayat Al Qur’an.
Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al Qur’an, 21:33)
Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:
“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 36:38)
Langit yang mengembang (Expanding Universe)
Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)
Menurut Al Qur’an langit diluaskan/mengembang. Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.
Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.
Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.
Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi.
Gunung yang Bergerak
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.” [QS 27:88]
14 abad lampau seluruh manusia menyangka gunung itu diam tidak bergerak. Namun dalam Al Qur’an disebutkan gunung itu bergerak.
Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat.
Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.
Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.
Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.
Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.
Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:
Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)
Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)
Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.
“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (Al Qur’an, 15:22)
Diselamatkannya Jasad Fir’aun
“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu” [QS 10:92]
Foto Fir'aun Ramses 2Maurice Bucaille dulunya adalah peneliti mumi Fir’aun di Mesir. Pada mumi Ramses II Dia menemukan keganjilan, yaitu kandungan garam yang sangat tinggi pada tubuhnya. Dia baru kemudian menemukan jawabannya di Al-Quran, ternyata Ramses II ini adalah Firaun yang dulu ditenggelamkan oleh Allah swt ketika sedang mengejar Nabi Musa as.
Injil & Taurat hanya menyebutkan bahwa Ramses II tenggelam; tetapi hanya Al-Quran yang kemudian menyatakan bahwa mayatnya diselamatkan oleh Allah swt, sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.
Perhatikan bahwa Nabi Muhammad saw hidup 3000 tahun setelah kejadian tersebut, dan tidak ada cara informasi tersebut (selamatnya mayat Ramses II) dapat ditemukan beliau (karena di Injil & Taurat pun tidak disebut). Makam Fir’aun, Piramid, yang tertimbun tanah baru ditemukan oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni tahun 1817. Namun Al-Quran bisa menyebutkannya karena memang firman Allah swt (bukan buatan Nabi Muhammad saw).
Segala Sesuatu diciptakan Berpasang-pasangan
Al Qur’an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan.
Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:
“…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”
Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui letupan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian “dikirim ke bumi”, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan.
Jelas Al Qur’an itu benar dan tak ada keraguan di dalamnya.
Sumber : http://unik-aneh-langka.blogspot.com...ngetahuan.html
Sifat2 Wanita yang tidak bisa dijadikan Istri, dak tau mun la cinto nian..
1. Al -Anaanah:
banyak keluh kesah. Yg selalu merasa tak cukup, apa yg diberi semua tak cukup. diberi rumah tak cukup, diberi motor tak cukup, diberi mobil tak cukup, dll. Tak redha dg pembelaan dan aturan yg diberi suami. Asyik ingin memenuhi kehendak nafsu dia saja, tanpa memperhatikan perasaan suami, tak hormat kepada suami apalagi berterima kasih pada suami. Bukannya hendak menolong suami, apa yg suami beri pun tak pernah puas. Ada saja yg tak cukup.
2. Al-Manaanah:
suka mengungkit. Kalau suami melakukan hal yg dia tak berkenan maka diungkitlah segala hal tentang suaminya itu. sangat senang hendak membicarakan suami: tak ingat budi, tak bertanggungjawab, tak sayang dan macam-macam. Padahal suami sudah memberi perlindungan macam2 padanya.
3. Al -Hunaanah:
ingin pada suami yg lain atau berkenan kpd lelaki yg lain. sangat suka membanding-bandingkan suaminya dg suami/lelaki lain. Tak redha dg suami yg ada.
4. Al- Hudaaqah: suka memaksa. Bila hendak sesuatu maka dipaksa suaminya melakukan. Pagi, petang malam asyik menekan dan memaksa suami. Adakalanya dg berbagai ancaman: ingin lari, ingin bunuh diri, ingin membuat malu suami, dll. Suami dibuat seperti budaknya, bukan sebagai pemimpinnya. Yg dipentingkan adalah kehendak dan kepentingan dia saja.
5. Al -Hulaaqah:
sibuk bersolek atau tidur atau santai2 dll hingga lalai dg ibadah-ibadah asas, seperti solat berjemaah, wirid zikir, mengurus rumah-tangga, berkasih sayang dg anak2, dll.
6. As-Salaaqah:
banyak berbicara, menggosip. Siang malam, pagi petang asik menggosip terus. Apa saja yg suami kerjakan selalu tidak benar dimatanya. Zaman sekarang ni bergosip bukan saja berbicara di depan suami, tapi dg telfon, SMS, internet, BBM dan macam2 cara yang lain . Yg jelas isteri tu asyik menyusahkan suami dg kata2nya yg menyakitkan.
sumber:http://unikboss.blogspot.com
Sabtu, 12 Maret 2011
Kamis, 10 Maret 2011
Hukum Pakaian Hitam saat Melayat
Assalamualaikum Wr Wb
saya mau bertanya Pak Ustadz mengenai hukum memakai pakaian hitam saat melayat orang yang meninggal,apakah sesuai ajaran Islam? Karena dari beberapa info yang saya dapat, ada yang mengatakan bahwa memakai pakaian hitam saat melayat merupakan kebudayaan orang yahudi dan tidak sesuai dengan ajaran Islam.
andreal
Jawaban
Waalaikumussalam Wr Wb
Saudara Andreal yang dimuliakan Allah swt
Melayat orang yang meninggal adalah perbuatan yang disunnahkan sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Tidaklah seorang mukmin melayat saudaranya yang tertimpa musibah kecuali Allah akan pakaikan dirinya dengan perhiasan kemuliaan pada hari kiamat.” (HR. Ibnu Majah)
Diantara yang banyak dilakukan orang-orang yang datang melayat ke keluarga si mayit adalah mengenakan pakaian berwarna hitam sebagai ungkapan perasaan mereka yang turut pula berduka dengan musibah yang terjadi.
Dan sebetulnya apa yang mereka lakukan dengan mengenakan pakaian berwarna hitam saat melayat tidaklah ada dasarnya didalam agama. Islam tidaklah menentukan jenis pakaian tertentu maupun warna tertentu yang harus dikenakan saat melayat.
Syeikh ‘Athiyah Saqar mengatakan bahwa fenomena berkabung yang ditunjukkan dengan pakaian adalah tidak diperbolehkan mengenakan pakaian yang bertentangan dengan perasaan kesedihan. Dan ini bebeda-beda didalam bentuk, warna dan jenis sesuai dengan perbedaan kebiasaan.
Didalam buku-buku sejarah dan perjalanan disebutkan bahwa pakaian putih adalah yang dipilih untuk berkabung di sebagian negeri. Dan Nabi saw memberikan perumpamaan terhadap masyarakat Arab dengan melarang mencelup pakaian dengan wanra merah karena itu termasuk kedalam pakaian-pakaian keindahan yang tidak cocok dengan suasana berkabung.
Apabila pakaian yang berwarna hitam menjadi pilihan di sebagian negeri untuk suasana berkabung maka hal ini tidaklah berdasarkan suatu nash didalam agama akan tetapi kembali kepada kebiasaan dan adat.
Imam Suyuthi didalam kitabnya “al Awa’il” menyebutkan bahwa yang pertama dipakai oleh orang-orang Abbasiyah adalah warna hitam ketika Ibrahim al ‘Umawi membunuh Ibrahim seorang imam yang mengaku khalifah sehingga warna hitam menjadi syiar bagi mereka. Ada juga yang mengatakan bahwa orang-orang Mesir memilih pakaian berwarna hitam untuk menunjukkan kesedihan saat berkabung terhadap orang-orang Koptik yang mati pada masa “Diokletianus” dimana sebanyak 180.000 orang-orang Kristen disembelih dalam satu hari kemudian kaum wanita mereka mengenakan pakaian yang berwarna hitam.
Ringkasnya bahwa tidak terdapat nash-nash didalam Al Qur’an dan Sunnah yang menunjukkan pengenaan pakaian yang berwarna hitam saat berkabung terhadap seorang yang meninggal. Yang ada hanyalah larangan mengenakan pakaian yang bertentangan dengan perasaan kesedihan dan membiarkan pembatasan itu kepada adat kebiasaan. (Fatawa al Azhar juz X hal 17)
Wallahu A’lam
sumber: http://www.eramuslim.com/
Hukum Islam Menambahkan Nama Suami dibelakang Nama Istri
Setelah menikah, terkadang seorang wanita menambahkani namanya belakangnya dengan nama suaminya. Dan banyak seorang wanita muslimah setelah menikah, lalu menisbatkan namanya dengan nama suaminya, misalkan: Maryani menikah dengan Amiruddin, kemudian ia memakai nama suaminya sehingga namanya menjadi Maryani Amiruddin.
Bagaimana pandangan Islam mengenai perihal penamaan ini ? Dalam ajaran Islam, Hukum Penamaan adalah hal yang penting. Setiap laki-laki ataupun perempuan hanya diperbolehkan menambahkan “nama ayahnya” di belakang nama dirinya dan mengharamkan menambahkan nama lelaki lain selain ayahnya di belakang namanya, meskipun nama tersebut adalah nama suaminya.
Karena dalam ajaran Islam. Nama lelaki di belakang nama seseorang berarti keturunan atau anak dari lelaki tersebut. Sehingga, tempat tersebut hanya boleh untuk tempat nama ayah kandungnya sebagai penghormatan anak terhadap orang tua kandungnya.
Berbeda dengan budaya barat, seperti istrinya Bill Clinton: Hillary Clinton yang nama aslinya Hillary Diane Rodham; istrinya Barrack Obama: Michelle Obama yang nama aslinya Michelle LaVaughn Robinson, dan lain-lain.
Hadist mengenai perihal penamaan ini sangat shahih. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ أَوْ انْتَمَى إِلَى غَيْرِ مَوَالِيهِ، فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالمَلاَئِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ، لاَ يَقْبَلُ اللهُ مِنْهُ يَوْمَ القِيَامَةِ صَرْفًا وَلاَ عَدْلاً
“Barang siapa yang mengaku sebagai anak kepada selain bapaknya atau menisbatkan dirinya kepada yang bukan walinya, maka baginya laknat ALLAH, malaikat, dan segenap manusia. Pada hari Kiamat nanti, ALLAH tidak akan menerima darinya ibadah yang wajib maupun yang sunnah”
Dikeluarkan oleh Muslim dalam al-Hajj (3327) dan Tirmidzi dalam al-Wala’ wal Habbah bab Ma ja’a fiman tawalla ghoiro mawalihi (2127), Ahmad (616) dari hadits Ali bin Abi Tholib rodhiyallohu anhu.
Dan dalam riwayat yang lain :
مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ غَيْرُ أَبِيهِ، فَالجَنَّةُ عَلَيْهِ حَرَامٌ
“Barang siapa bernasab kepada selain ayahnya dan ia mengetahui bahwa ia bukan ayahnya, maka surga haram baginya.”
Dikeluarkan oleh Bukhori dalam al-Maghozi bab : Ghozwatuth Tho`if (3982), Muslim dalam “al-Iman” (220), Abu Dawud dalam “al-Adab”
Hadist yang juga mendukung hal ini adalah:
لَيْسَ لَهُ فِيهِمْ – أي نسب – فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
Artinya: tidaklah seseorang mendakwakan kepada selain ayahnya sedangkan dia mengetahuinya kecuali dia telah kafir, barangsiapa yang mendakwakan kepada suatu kaum sedangkan dia tidak memiliki nasab dari mereka, maka hendaklah dia memesan tempatnya dalam neraka (Bukhari – 3508)
اللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ ) رواه ابن ماجة (2599) وصححه الألباني في صحيح الجامع (6104
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menisbatkan dirinya kepada selain ayahnya, maka baginya laknat ALLAH, para malaikat dan manusia seluruhnya”. [HR Ibnu Majah(2599) dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ (6104)]
Pemberlakuan yang dibolehkan ialah dengan memberikan suatu keterangan: misalkan Astuti menikah dengan Rahmat, maka silahkan memperkenalkan diri dengan sebutan: Astusti istrinya Rahmat atau hanya dengan Nyonya Rahmat atau Ibu Rahmat.
Hal tersebut di atas tidak berkaitan dengan permasalahan nasab/garis keturunan. Karena di dalam hukum Islam jika Astuti menggabungkan namanya menjadi Astuti Rahmat, hal itu berarti Astuti anak dari laki-laki yang bernama Rahmat.
Tidak kita temukan dalam sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang menunjukkan bahwa istri dinisbatkan kepada suaminya, karena para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu para ibu kaum mukminin menikah dengan manusia yang paling mulia nasabnya namun tidak seorang dari mereka yang dinisbatkan kepada nama beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, bahkan mereka semua masih dinisbatkan kepada ayah mereka meskipun ayah mereka kafir, demikian pula para istri sahabat radhiallahu anhum dan yang datang setelah mereka tidak pernah mengganti nasab mereka.
Kesimpulannya kita sebagai muslim yang memiliki jati diri, yang taat kepada ALLAH Ta’alaa hendaklah kita mencontoh apa yang telah diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Semoga bermanfaat.
sumber:http://dheryudi.wordpress.com/
Senin, 28 Februari 2011
Kata-Kata Mutiara Dari Sabda Rasulullah S.A.W & Firman Allah S.W.T
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Senyumam kepada saudaramu adalah sedekah'
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Semua amal anak Adam A.S. dilipatgandakan kebaikan (pahala) dari 10 sampai 700 kali ganda kecuali ibadah puasa. Ada pun puasa itu adalah untuk Allah s.w.t.. dan Dia akan terus memberikan pahala kepada sekelian' (Riwayat Muslim)
Dari Ummu Mukminin Aisyah R.A, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Adalah Rasululluh s.a.w. apabila masuk (tanggal) sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Baginda s.a.w. bersedih dan bersiap-siap menghidupkan (beramal) pada malam hari. (Riwayat Muttfaq Alaihi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata dusta (bohong semasa berpuasa) maka Allah s.w.t. tidak berhajat padanya untuk meninggalkan makan minumnya. (Riwayat Bukhari)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Barangsiapa yang menunaikan suatu fardhu pada bulan (Ramadhan) itu, adalah dia sebagai seorang yang telah menunaikan 70 bulan fardhu pada bulan-bulan lainnya.
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Permulaan Ramadhan itu adalah rahmat, pertengahannya adalah keampunan (maghrifah) dan penghujungnya adalah kebebasan dari api neraka'
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Bagi orang yang melaksanakan ibadah puasa, baginya ada dua saat kegembiraan.Pertama pada waktu berbuka dan kedua ketika menghadap Ilahi'
Dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkata,Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sembahyang itu membawa ketengah jalan, berpuasa memajukan kamu kehadapan dan sedekah (saling membantu) memasukkan kamu kedalamnya'
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang bangun pada malam hari raya (Aidil Fitri) dengan ikhlas kerana Allah s.w.t., maka tidak akan mati hatinya saat hati semua orang telah mati' (Riwayat Ibn Majah dari Abu Umamah)
Dari Abu Ayub al-Ansari berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian dia berpuasa pula sebanyak enam hari pada bulan Syawal, seolah-olah dia berpuasa sepanjang masa' (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiga doa yang sangat mustajab iaitu doa orang yang berpuasa, doa orang yang dizalimi dan doa orang yang musafir" (Riwayat Ahmad, Bukhari,Abu Daud &al-Tarmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Apabila salah seorang kamu lupa bahawa ia berpuasa, lalu ia makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya kerana sesungguhnya ia telah diberi makan dan minum oleh Allah s.w.t." (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Andaikan kamu berbuat dosa sehingga dosamu mencapai langit, kemudian kamu bertaubat nescaya Allah s.w.t. memberi keampunan kepada maku' (Riwayat Ibn Majab)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Bukan yang bermakna puasa itu sekadar menahan makan, minum tetapi puasa yang sungguh itu menahan diri dari langha (perkataan tidak berguna) dan kata-kata yang keji' (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Barangsiapa yang meninggalkan sembahyang Jumaat tiga kali (berturut-turut) makan Allah s.w.t. mengecap hatinya (sebagai munafik atau orang yang melengah-lengahkannya)' (Riwayat Ahmad)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiada seorang Muslim yang melihat wanita lalu dia memejamkan matanya, melainkan Allah s.w.t. akan memberi pada rasa lazat beribadat dihatinya" (Riwayat Ahmad & Al-Tabrani)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Jika kamu berpuasa maka bersiwaklah (gosok gigi) diwaktu pagi dan jangan diwaktu petang,maka sesungguhnya tiada orang puasa yang kering bibirnya diwaktu petang melainkan akan menjadi cahaya didepan matanya pada hari kiamat' (Riwayat Al-Tabrani)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Allah s.w.t. telah berfirman: Hamba-Ku yang lebih Aku cintai iaitu mereka yang segera berbuka (jika telah nyata maghrib)' (Riwayat Al-Tarmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Riba itu mempunyai 73 cara (jalan), yang amat ringan dosanya sama dengan seorang berzina dengan ibu kandungnya" (Riwayat Al-Hakim & Al-Baihaqi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesungguhnya saat yang mustajab (berdoa) itu diantara duduk imam antara dua khutbah hingga selesai sembahyang Jumaat" (Riwayat Muslim & Abu Daud)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Satu dirham riba yang dimakan oleh setengah yang mengetahui, lebih berat disisi Allah s.w.t.daripada dosanya tiga puluh enam kali penzinaan" (Riwayat Ahmad & Al-Tabrani dari Abdullah bin Hanzalah r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Barangsiapa yang berperang untuk menegakkan kalimat (agama) Allah s.w.t. maka itu Fisabilillah" (Riwayat Bukhari, Muslim &Abu Daud dari Abu musa al-Asyari r.a)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tidak akan masuk syurga orang yang jirannya tidak aman dari gangguan-gangguannya' (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sinarilah rumah kamu dengan mendirikan sembahyang dan membaca Al-Quran' (Riwayat Al-Baihaqi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Roh orang mukmin akan tergantung dengan sebab hutangnya sehinggalah diselesaikan hutang tersebut" (Riwayat Ahmad,Al-Tarmizi,Ibn Majah & Al-hakim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Jika seorang berzina maka keluarlah iman daripadanya bagaikan payung diatas kepalanya dan bila menghentikannya maka kembalilah iman kepadanya" (Riwayat Abu Daud, Al-Baihaqi & Al-Tarmizi)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sekiranya tidak menjadi keberatan kepada umatku nescaya aku menyuruh mereka bersugi (menggosok gigi) setiap kali mereka hendak mengambil wudhu" (Riwayat Ahmad, Malik & An-Nasai)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Orang yang memulakan salam adalah terlepas daripada sifat sombong dan takabbur" (Riwayat Al-Baihaqi & Al-Khatib)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesiapa yang beriman kepada Allah s.w.t. dan hari akhirat, maka hendaklah ia bercakap baik ataupun diam" (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang benar beriman kepada Allah s.w.t. dan hari kemudian maka janganlah mengganggu jirannya dan berpesan-pesan baiklah kamu terhadap jiran' (Riwayat Bukhari)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Barangsiapa yang mempunyai anak perempuan dan tidak membunuhnya hidup-hidup, tidak menghinakannya dan tidak sayang anak lelakinya melebihi anak perempuan, nescaya akan dimasukkan dia kedalam syurga" (Riwayat Abu Daud & Al-Hakim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Berapa banyak jiran yang memegang tetangganya pada hari kiamat untuk diajukan kepada Allah s.w.t. lalu berkata: Ya Allah orang ini telah menutup pintunya daripadaku dan tidak membantu aku' (Riwayat Bukhari)
Dari Aisyah, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Saya tidak pernah melihat Rasulullah s.a.w. menyempurnakan puasa satu bulan cukup kecuali bulan Ramadhan dan saya juga tidak melihat Baginda s.a.w. berpuasa pada bulan lain lebih banyak dari bulan Syaaban" (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Dari Ayub al-Ansari, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Jangan kamu mengadap kiblat dan jangan membelakangi ketika membuang najis atau air kencing, tetapi hendaklah kamu menhalakan diri kearah timur atau barat' (Riwayat Abu Daud)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Seorang Mukmin melihat dosanya bagaikan seorang duduk dibawah gunung dan takut kejatuhan gunung itu' (Riwayat Bukhari)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Firman Allah s.w.t. {Dalam Hadis Qudsi} 'Wahai anak Adam belanjakanlah harta kamu, nescaya akan digantikan semula oleh Allah kepadamu" (Riwayat Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Keberkatan sesuatu makanan itu ialah dengan berwuduk sebelum dan selepas makan" (Riwayat Ahmad, Daud, Al-Tarmizi & Hakim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya dari sedekah dan silaturrahim itu Allah s.w.t. akan menambah dengan keduanya itu lanjut umur dan menolak dengan keduanya kematian yang tidak baik dan dihindarkan dengan keduanya semua yang tidak sesuai dan dikhuatirkan' (Riwayat Abu Ya'la dari Anas r.a.)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya Allah s.w.t. akan merahmati seorang yang lapang dadanya ketika menjual,membeli dan menagih hutang' (Riwayat Bukhari dari Jabir r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiada seorang Muslim yang tiba padanya waktu sembahyang fardhu lalu dia menyempurnakan wuduk dan khusyuk serta rukuk,sujudnya melainkan sembahyang itu menjadi penebus dosanya yang telah lalu selama dia tidak berbuat dosa besar dan yang demikian itu sepanjang masa' (Riwayat Muslim dari Uthman r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiada dua malaikat yang mencatat amal itu menghadap Allah s.w.t. membawa sembahyang seorang dua kali sembahyang, melainkan Allah s.w.t. berkata pada dua malaikat itu: Aku persaksikan kepada kamu bahawa Aku telah mengampunkan pada hamba-Ku dosa-dosa yang telah terjadi diantara dua sembahyang itu' (Riwayat Al-Baihaqi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang belajar ilmu agama yang seharusnya untuk mencapai keredhaan Allah s.w.t. tiba-tiba dipelajarinya hanya untuk mencapai tujuan dunia, maka dia tidak akan dapat bau syurga pada hari kiamat' (Riwayat Al-Nasai dari Abu Hurairah r.a.)
Daripada Kaab bin Iyad r.a. katanya, aku mendengar bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya bagi tiap-tiap umat itu ada ujian dan ujian bagi umatku ialah harta' (Riwayat Al-Tarmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiap orang yang diberikan Allah s.w.t. ilmu agama, lalau disembunyikan maka Allah s.w.t. mengendalikan mulutnya pada hari kiamat dengan kendali dari api neraka' (Riwayat Al-Tabrani dari Ibn Mas'ud r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiada dosa yang lebih layak untuk disegerakan Allah s.w.t. seksanya didunia disamping apa yang disediakan kelak diakhirat daripada aniaya dan memutuskan hubungan kekeluargaan" (Riwayat Al-Tarmizi & Ibn Majah dari Abu Bakar Al-Siddiq r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sembahyang berjemaah itu lebih afdal daripada sembahyang bersendirian dua puluh tujuh darjah" (Riwayat Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Jika berdiri bulu roma seorang hamba Allah, maka akan berguguran daripadanya dosa-dosanya bagaikan gugurnya daun dari pokok yang telah kering" (Riwayat Abu Syaikh & Al-Baihaqi dari Abbad bin Abdul Muttalib r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesiapa yang membaca (Surah Al-Ikhlas) dalam kesakitan dan matinya ,tiadalah dia akan menderita fitnah didalam kubur, terpelihara dari tekanan kubur dan dihari kiamat kelak dia akan dipapah oleh malaikat dengan telapak tangan hingga terlepas dari titian (sirat) dan selamat dia memasuki syurga' (Riwayat Al-Tabrani)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Dan perumpamaan orang yang datang terlebih dahulu (ke Masjid pada hari Jumaat) bagaikan orang yang sedekah unta, kemudian bagaikan yang sedekah lembu, kemudian bagaikan sedekah kambing, kemudian bagaikan sedekah ayam, kemudian bagaikan sedekah telur" (Riwayat Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Ketika Allah s.w.t. telah selesai menjadikan semua makhluk, maka menulis tulisan yang ada diatas Arsy yang berbunyi:Rahmat-Ku mendahului murka-Ku (Rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku)" (Riwayat Bukhari, Muslim & Ibn Majah)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Seandainya seorang kamu keluar membawa tali (kehutan) lalu pulang membawa seberkas kayu api lantas kayu itu dijualnya dimana dia dapat kehormatannya, maka perbuatan itu adalah lebih baik daripada dia meminta-minta, sama ada diberi ataupun tidak' (Riwayat Bukhari)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tidak dihalalkan seorang Muslim memulau sesama Muslim lebih dari tiga hari tiga malam, maka siapa yang memulau lebih dari tiga hati tiga malam lalu mati akan masuk kedalam api neraka" (Riwayat Abu Daud & Al-Nasai)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa wuduk pada hal dia masih berwuduk maka dicatat untuknya sepuluh hasanat (kebajikan)' (Riwayat Abu Daud dari Ibn Umar r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesiapa yang berwuduk pada hari Jumaat maka menyempurnakan wuduknya kemudian pergi kemasjid untuk solat Jumaat dan mendengarkan khutbah dan memperhatikannya, maka diampunkan baginya dosa-dosa yang terjadi antara Jumaat itu dengan Jumaat yang sebelumnya" (Riwayat Muslim & Ahmad)
Dari Abu Hurairah r.a. katanya, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Orang Mukmin yang paling sempurna imannya ialah mereka yang paling baik akhlaknya..."(Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sembahyang sunat dua rakaat ditengah malam dapat menghapuskan dosa-dosa' (Riwayat Ad-Dailami dari Jabir r.a)
Dari Ummu Mukminin Aisyah r.a. 'Pilihlah tempat air mani kamu dan nikahilah orang-orang yang sepadan' (Riwayat Ibnu Majah daripada Imam Al-Hakimi)
Dari Abu Hurairah r.a. katanya, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sebaik-baik saf bagi orang lelaki ialah dihadapan dan seburuk-buruknya ialah dibelakang. Sebaik-baik saf bagi orang perempuan ialah dibelakang dan seburuk-buruknya dihadapan' (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiada dosa yang lebih besar disisi Allah s.w.t. sesudah syurik daripada titisan mani yang diletakkan didalam rahim yang haram baginya' (Riwayat Ibn Abid Dunya)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya yang berzina atau minum khamar maka terlepaslah iman daripadanya sebagaimana orang melepaskan gamis (baju) dari kepalanya' (Riwayat Al-Hakim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya Rejab adalah bulan Allah s.w.t. Sya'aban bulanku dan Ramadhan bulan umatku' (Riwayat Abu Al-Fatah bin Abu Al-Fawaris)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang berwuduk sahaja untuk menghadiri sembahyang Jumaat adalah sudah baik (memadai) akan tetapi siapa yang mandi,maka adalah terlebih baik' (Riwayat Abu Daud)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesiapa yang membaca Surah Al-Waqi'ah pada tiap malam, maka tidak akan menderita kemiskinan untuk selamanya' (Riwayat Al-Baihaqi dari Ibn Mas'ud r.a)
Dari Anas r.a. katanya bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesiapa yang tidur atau terlupa hingga luput sembahyang hendaklah dia menunaikan (sembahyang) sebaik-baik sahaja dia ingat (sedar) kembali' (Riwayat Al-Bukhari)
'Wanita-wanita yang buruk itu untuk lelaki yang buruk dan lelaki-lelaki yang buruk untuk wanita yang buruk, sedangkan wanita-wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik' (Surah An-Nur : 26)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Pedagang yang amanah, yang jujur, yang Muslim, kelak pada hari kiamat akan berkumpul dengan para syuhada (orang-orang yang mati syahid)" (Riwayat Al-Hakim & Ibn Majah dari Ibn Umar r.a)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiada seorang Muslim yang mati pada hari atau malam Jumaat melainkan Allah s.w.t. akan menyelamatkannya dari ujian kubur" (Riwayat Ahmad & Al-Tirmizi)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Apabila manusia membaca ayat Syajadah kemudian sujud, terhindarlah syaitan laknatullah seraya menangis dan berkata,'celakalah aku, disuruh manusia (anak Adam) sujud, sujudlah dia, balasannya syurga. Saya juga disuruhnya sujud,tetapi saya enggan maka balasannya bagi saya ialah neraka' (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Pilihlah untuk tempat nuthfah kamu atau air mani kamu, kerana pembuluh darah ini merupakan sinar pancaran' (Riwayat Ibn Majah dan Ad-Dailami)
'Carilah tempat-tempat yang sepadan untuk air mani kamu kerana seseorang itu boleh jadi akan lebih menyerupai keluarga pihak isteri' (Mutiara Kata)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiada dosa yang lebih layak untuk disegerakan oleh Allah s.w.t. seksanya didunia disamping apa yang disediakan kelak diakhirat daripada aniaya dan memutuskan hubungan kekeluargaan" (Riwayat Al-Tarmizi & Ibn Majah dari Abu Bakar Al-Siddiq r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Bukan seorang Mukmin orang yang kenyang sedangkan tetangga disebelahnya kelaparan (sedang dia mengetahui)" (Riwayat Al-Hakim & Al-Baihaqi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Kahwinilah wanita-wanita yang berada didalam lingkup/naungan yang baik kerana pembuluh darah itu laksana cahaya' (Riwayat Ibn-'Adi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sebaik-baik puasa selepas Ramadhan ialah puasa dalam bulan Muharam" (Riwayat Muslim, Bukhari, Abu Daud, Tarmizi,Nasai & Ibn Majah)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Janganlah engkau nikahi orang-orang yang masih berkerabat kerana anak dicipta laksana cahaya. Carilah wanita-wanita yang jauh dan janganlah engkau memilih yang dekat hubungannya" (Riwayat Ahmad, Malik & Al-Nasai)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya tujuh petala langit dan bumi sama mengutuk orang yang selalu berzina dan bau kemaluan pelacur didalam neraka dapat mengganggu ahli neraka lainnya kerana sangar busuk' (Riwayat Al-Bazzar)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiap mata pasti akan menangis pada hari kiamat kecuali mata yang dipejamkan dari segala yang haram dan mata yang berjaga malam dalam jihad fisabilillah dan mata yang menitiskan air mata walaupun sebesar kepala lalat kerana takutkan Allah s.w.t.' (Riwayat Abu Naim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Bukanlah kemuliaan itu dengan memakai pakaian cantik dan bersegak tetapi ia adalah dengan ketenangan (sopan santun) dan merendah diri' (Riwayat Ad-Dailami)
Usamah bin Zaid r.a. berkata bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang meninggalkan sembahyang Jumaat hingga tiga kali tanpa uzur,maka akan dicatat dari golongan orang munafik' (Riwayat Al-Tabrani)
Dari Abu Dzar al-Ghifari r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Wahai Abu Dzai, jika engkau hendak berpuasa tiga hari sebulan puasalah pada 13,14 dan 15"(Riwayat Ahmad & Al-Nasai)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Empat (macam manusia) tidak Allah s.w.t. masukkan merka ke syurga dan tidak akan merasai kenikmatannya, peminum arak, pemakan riba, menzalimi (memakan) harta anak-anak yatim dengan tiada hak dan derhaka pada ibu bapanya' (Riwayat Al-Hakimi)
Dari Abu Qatadah ketika Nabi Muhammad s.a.w tentang hari Asyura bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w menjawab: 'Puasa hari Asura boleh menghapuskan dosa satu tahun yang lalu' (Riwayat Muslim)
Allah s.w.t. berfirman: 'Harta dan anak-anak itu perhiasan penghidupan dunia tetapi amal-amal soleh yang tinggal (buahnya) itu lebih baik disisi Tuhanmu tentang ganjarannya dan tentang harapannya' (Surah Kahfi:46)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Barangsiapa yang memelihara sembahyang lima waktu dengan sempurna wuduknya dan diwaktunya, adalah baginya cahaya dan tanda pada hari akhirat dan barangsiapa mensia-siakan, nescaya dikumpulkan ia (kelak dineraka) dengan Firaun dan Hamam' (Riwayat Ahmad)
Allah s.w.t. berfirman: 'Dan orang-orang yang berkata'Ya Tuhan, anugerahkan lah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami dari golongan orang-orang yang bertakwa' (Surah Furqan:74)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Kewajipan seorang Muslim keatas Muslim yang lain iaitu lima perkara, menajwab salam, melawat orang sakit, mengiringi jenazah, menerima undangan dan mendoakan orang yang bersin" (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Setiap isteri yang minta cerai dari suaminya tanpa apa-apa (tanpa alasan yang dapat dibenarkan) maka haram atasnya bau syurga" (Riwayat Abu Daud & Al-Tirmizi)
Dari Ibn Umar r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Ingatlah tiap sesuatu yang memabukkan itu khamar (arak) dan tiap khamar itu haram" (Riwayat Ahmad & Abu Ya'la)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang menjadi saksi untuk merugikan seseorang dengan persaksian yang tidak benar, maka hendaklah menyiapkan tempatnya dalam neraka' (Riwayat Ahmad dari Abu Hurairah r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesiapa yang mebuat ibubapanya gembira (memberi keredhaan) maka sesungguhnya ia mendapat redha Allah s.w.t. Sesiapa yang menyakiti hati ibubapanya, maka sesungguhnya ia mendapat kebencian Allah s.w.t.' (Riwayat Bukhari)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Bila tertusuk seorang dengan jarum kecil atau jarum besar dari besi, maka baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya' (Riwayat Al-Tabrani dari Ma'qil bin Yasar r.a.)
Allah s.w.t. berfirman: 'Dia bersembunyi dari manusia lantaran kejahatan yang dikhabarkan kepadanya, apakah dia akan pelihara dia dalam kehinaan ataukah dia akan sumbat dia dalam tanah? Sungguh jelek apa yang mereka hukumkan' (Surah An-Nahl:59)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Semua dosa-dosa dilambatkan Allah s.w.t. (pembalasannya) sesukanya dari akhirat melainkan derhaka kepada kedua ibubapa maka sesungguhnya Allah s.w.t.menyegerakan (bala siksaan) bagi yang bersangkutan sewaktu hayatnya didunia ini sebelum matinya' (Riwayat Al-Tabrani)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Orang yang mencekik dirinya sendiri sampai mati akan mencekiknya juga didalam neraka, dan orang yang menikam dirinya juga akan menikam dirinya dalam neraka dan orang yang melemparkan diri dari tempat tinggi untuk membunuh diri maka akan selalu dia melemparkan dirinya didalam neraka" (Riwayat Bukhari & Abu Hurairah r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Andaikan kamu berbuat dosa hingga dosamu mencapai langit, kemudian kamu bertaubat, nescaya Allah s.w.t. memberi ampun kepada kamu' (Riwayat ibn Majah)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tidak akan berzina seorang pelacur semasa berzina jika dia beriman, dan tidak akan minum khamar (arak) ketika meminumnya jika beriman dan tidak akan mencuri seorang pencuri jika dia beriman" (Riwayat Bukhari & Muslim)
Allah s.w.t.. telah berfiman 'Dan sesungguhnya telah datang utusan-utusan Kami kepada Ibrahim dengan (membawa) khabar gembira sambil mereka berkata: 'Selamatlah'Dia menjawab: 'Selamat' Surah Hus:69)
Berkata Umar Ibn Abdul Aziz bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sembahyang itu membawa kamu menempuh ketengah jalan,puasa memajukan kamu kehadapan pintu dan sedekah (saling membantu) memasukkan kamu kedalamnya.'
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sembahyang sunat dua rakaat ditengah malam dapat menghapuskan dosa-dosa' (Riwayat Ad-Dailami dari Jabir r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Semua anak Adam (manusia) itu sering membuat kesalahan (dosa) dan sebaik-baik manusia yang membuat kesalahan (dosa) itu ialah orang-orang yang suka bertaubat' (Riwayat Al-Tirmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya kamu sekelian pada hari kiamat akan dipanggil dengan nama kamu sendiri dan nama bapa kamu,kerana itu hendaklah kamu perindahkan nama kamu' (Riwayat Abu Daud)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesiapa yang menyiapkan keperluan orang yang berjihad fisabillah maka bererti dia telah berjihad dan siapa yang menjaga keluarga orang yang pergi berjihad dengan baik maka bererti dia telah ikut berjihad fisabilillah" (Riwayat Bukhari & Muslim dari Zaid bin Khalid al-Juhani)
Dari Abu Qatabah bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Puas pada hari Arafah itu boleh menghapuskan dosa yang dikerjakan selama dua tahun iaitu tahun yang telah lalu dan tahun yang akan datang' (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Dosa yang paling besar ialah syirik, derhaka pada ibu bapa dan membunuh orang tanpa hak' (Riwayat Anas r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sebaik-baik puasa ialah puasa Nabi Daud Alai-His-Salam, ia berpuasa sehari dan berbuka sehari..."(riwayat Al-Tirmizi & Al-Nasai)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Gunakanlah lima sebelum tibanya lima iaitu gunakan masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sihatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa lapangmu sebelum masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum masa matimu" (Riwayat Al-Hakim & Al-Baihaqi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Setiap bayi tergadai pada akidahnya, disembelih pada hari ketujuh dan pada hari itu pula dicukurkan dia dan diberi nama' (Riwayat Ahmad)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Untuk bayi lelaki dua ekor kambing kibas dan untuk bayi perempuan seekor kambing kibas dan tidaklah merugikan kamu yang jantan atau pun yang betina' (Riwayat Ahmad dan Al-Tirmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya Allah s.w.t. telah menutup Surah Al-Baqarah dengan dua ayat yang diberikan kepadaku dari perbendaharaan dibawah Arsy, amka pelajari olehmu dan ajarkan pada isteri dan anak-anakmu sebab itu sebagai solat dan basaan serta doa' (Riwayat Al-Hakim dari Abu Dzar r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesiapa yang menjual sesuatu yang ada aibnya lalu tidak dijelaskan kepada pembelinya maka tetap berada dalam murka Allah s.w.t. dan selalu dikutuk oleh malaikat' (Riwayat Ibn-Majah)
Allah s.w.t. berfirman 'Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, iaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan' (Surah Al-Baqarah:233)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Pakailah antara pakaianmu yang putih, kerana sesungguhnya pakaian putih itu lebih suci dan lebih baik dan kapanlah orang-orang mati kamu dengan kain putih' (Riwayat Ahmad)
Dari Kaab bin Iyad r.a. berkata bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya bagi tiap-tiap umat itu ada ujian dan ujian bagi umatku ialah harta' (Riwayat Al-Tirmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'SesungguhnyaAllah s.w.t. tetap menerima taubat seorang hamba selama dia belum nazak dan mati' (Riwayat Al-Tirmizi dari Ibn Umar r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang berperang untuk menegakkan khalimat Allah s.w.t. maka itu fisabi lillah" (Riwayat Bukhari, Muslim & Abu Musa al-Asyari r.a.)
Allah s.w.t. telah berfirman 'Kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita kerana apa yang telah Allah lebihkan sebahagian mereka diatas yang lain dan kerana belanja yang telah mereka keluarkan daripada harta mereka' (Surah An-Nisa:34)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang beriman kepada Allah s.w.t. dan hari kemudian maka janganlah mengganggu jirannya dan berpesan-pesan baiklah kamu terhadap jiran' (Riwayat Bukhari) Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tidak akan masuk neraka orang yang didalam hatinya ada seberat biji sawi daripada iman dan tidak akan masuk syurga yang didalam hatinya ada seberat biji sawi dari sombong" (Riwayat Muslim & Abu Daud)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Kalau tidak kerana ada wanita dan anak-anak didalam rumah sedangkan aku bersembahyang isya, nescaya aku suruh pemudaku membakar rumah-rumah (yang penghuninya tidak hadir berjemaah itu)' (Riwayat Ahmad)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Lima macam dosa yang tidak ada tebusannya iaitu Syirik terhadap Allah s.w.t., membunuh orang tanpa hak, membuat tuduhan palsu terhadap seorang Muslim, lari dari barisan Muslimin dalam peperangan dan sumpah palsu untuk mengambil hak orang lain' (Riwayat Ahmad)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang membaca seratus ayat (dari Al-Quran) pada suatu malam, maka akan dicatat pahalanya seperti pahala sembahyang semalam' (Riwayat Ahmad dari Tamim r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Orang yang memulakan memberi salam adalah terlepas daripada sifat sombong dan takabbur" (Riwayat Al-Baihaqi & Al-Khatib)
Allah s.w.t. berfirman 'Wahai orang-orang yang beriman!janganlah kamu mengangkat suara kamu keatas suara Nabi' (Surah Al-Hujurat:3)
Allah s.w.t. berfirman 'Sesungguhnya Allah tiada menyukai orang yang sombong lagi mengangkat diri' (Surah Luqman:18)
Allah s.w.t. berfirman 'Wahai jiwa yang tenang tenteram!kembalilah kepada Tuhanmu dalam keadaan redha dan diredhai, maka masuklah kedalam golongan hamba-hambaKu. Dan masuklah kedalam syurga' (Surah Al-Fajr:27-30)
Ali bin Abu Talin k.w.j berkata Allah s.w.t. berfirman 'Allah yang mengambil jiwa (manusia) ketika wafatnya dan ketika tidurnya sebelum wafat, lalu ditahan-Nya jiwa yang telah wafat, serta dilepaskan-Nya jiwa yang lain sampai kejanji yang ditentukan' (Surah Az-Zumar:42)
Nabi Muhammad s.a.w membaca firman Allah s.w.t. bermaksud: 'Barangsiapa yang mempersekutu Allah, maka seolah-olah dia jatuh dari langit, lalu disambar oleh burung, ataupun dia akan menjunam dibawa angin ketempat yang paling jauh' (Surah Al-A'araf:40)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiada dibunuh jiwa secara aniaya,melainkan keatas anak Adam yang pertama jaminan darahnya, disebabkan dialah orang pertama yang memulakan pembunuhan itu'
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Apabila kamu bersembahyang keatas si mati, hendaklah kamu mengikhlaskan doa kepadanya' (Riwayat Abu Hurairah r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Salam sejahtera keatas kamu, wahai penghuni kubur dari kaum Mukminin dan Muslimin, dan kamu Insya-Allah akan mengikuti kamu, kami memohon keselamatan untuk kami dan kamu juga!' (Riwayat Buraidah bin Al-Khushaib)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Apabila mati seseorang hamba, maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga: Sedekah yang jariyah (terus-menerus manfaatnya), ataupun anak yang soleh mendoakan baginya, ataupun ilmu yang dimanfaatkan sesudah itu'
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiada boleh seorang bersolat bagi pihak yang lain, dan tiada boleh seseorang berpuasa bagi pihak yang lain, akan tetapi dia hendaklah memberi makanan setiap satu mud (gantang Baghdad) dari gandum'
Allah s.w.t. berfirman 'Barangsiapa yang membuat perbuatan baik sebesar atom akan dilihat-Nya, Dan barangsiapa yang membuat perbuatan jahat sebesar atom akan dilihat-Nya juga' (Surah Az-Zalzalah:7-8)
Allah s.w.t. berfirman 'Walai manusia, sesungguhnya engkau mesti bekerja keras dengan bersungguh-sungguh menuju kepada Tuhanmu yang akan engkau menemui-Nya' (Surah Al-Insyiqaq:6)
Allah s.w.t. berfirman 'Jika kamu bertelingkah pendapat pada sesuatu, maka kembalilah dia kepada Allah dan Rasul, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat, kerana itulah yang lebih baik, dan lebih bagus kesudahannya' (Surah An-Nisa:59)
Allah s.w.t. berfirman 'Dan ketika Tuhanmu menjadi keturunan anak-anak dari punggungmu, dan Tuhan mengambil kesaksian dari mereka, kata-Nya, Bukankah aku ini Tuhan kamu? Mereka menjawab: Ya! Kamu menjadi saksi' (Surah Al-Araf:172)
Allah s.w.t. berfirman 'Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan betul, ciptaan Tuhan yang telah menjadikan manusia sesuai dengan agama itu, tiada pertukaran bagi ciptaan Tuhan itu' (Surah Ar-Rum:30)
Allah s.w.t. berfirman 'Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan betul, ciptaan Tuhan yang telah menjadikan manusia sesuai dengan agama itu, tiada pertukaran bagi ciptaan Tuhan itu' (Surah Ar-Rum:30)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Kamu akan dapati sejahat-jahat orang itu ialah yang bermuka dua, yang datang kesini dengan satu muka dan kesana dengan satu muka lain" (Riwayat Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Orang iktikaf itu bererti mengurangkan dosa-dosa dan berlaku pahala untuknya bagaikan pahala orang yang melakukan semua hasnat (kebajikan)" (Riwayat Al-Baihaqi & Ibn Majah dari Ibn Abbas r.a.)
Allah s.w.t. berfirman 'Wahai manusia! Kalau kamu masih ragu tentang hari kebangkitan, maka ketahuilah bahawa Kamilah yang mencipta kamu dari tanah, kemudian dari setitik air mani' (Surah Al-Hajj:5)
Allah s.w.t. berfirman 'Dan ketika kamu mengatakan: Hai Musa! Kami tidak akan percaya kepada kamu sehingga kami melihat Allah secara terang-terang, lalu kerana itu kamu disambar petir, sedangkan kamu ada melihatnya' (Surah Al-Baqarah:55)
Allah s.w.t. berfirman 'Sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dari sari ranah. Kemudian kami jadikan dari tanah itu air mani yang tersimpan didalam tempat simpanan yang teguh' (Surah Al-Mukminun:12-13)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya telah datang kepada manusia suatu masa, ketika itu dia belum ada sesuatu apa pun yang dapat disebut' (Riwayat Al-Baihaqi dan Al-Hassan bin Ali r.a.)
Allah s.w.t. berfirman 'Dan Tuhan mengeluarkan kamu dari perut-perut ibu kamu, sedangkan kamu tiada mengetahui apa pun, lalu dijadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati moga-moga kamu berterima kasih' (Surah Al-Nahl:78)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang tidak meninggalkan kata dusta (bohong semasa puasa) maka Allah s.w.t. tidak berhajat padanya untuk meninggalkan makan minumnya' (Riwayat Bukhari)
Allah s.w.t.. berfirman 'Katakanlah, bahawa Malaikat Maut yang telah diserahi perkara kamu akan mewafatkan kamu, kemudian itu kamu akan kembali pada Tuhan kamu' (Surah As-Sajadah:11)
Allah s.w.t. berfirman 'Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan keterangan Kami, dan memandang rendah terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit kepada mereka' (Surah Al-Araf:40)
Allah s.w.t. berfirman 'Diatas orang yang berpengetahuan itu ada lagi yang Maha Tahu' (Surah Yusuf:78)
Allah s.w.t.. berfirman 'Dan diantara kamu ada yang disampaikan Allah kepada usia tua bangka, supaya dia tiada ketahui lagi sesuatu yang dahulunya dia katahui' (Surah Al-Nahl:70)
Allah s.w.t. berfirman 'Orang-orang yang beriman itu akan menjadi tenteram hati mereka. Ingatlah dengan mengingati Allah itu hati akan menjadi tenteram' (Surah Ar-Rad:28)
Allah s.w.t. berfirman 'Tiadalah terjadi sesuatu bencana itu melainkan dengan kehendak Allah, dan siapa yang percaya kepada Allah nescaya dipimpin Allah hatinya' (Surah At-Taghabun:11)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Bukan dari umatku orang yang percaya nasib pada burung atau diusahakan dengan burung atau berdukun atau didukunkan atau menyihir atau disihirkan untuknya. Dan siapa yang datang kepada dukun lalu yakin kepadanya bererti telah kafir terhadap apa yang diturunkan pada Nabi Muhammad s.a.w '(Riwayat Al-Bazzar dari Imran bin Hushain)
Allah s.w.t. berfirman 'Kalau tiada kerana kemurahan dan rahmat Allah kepada kamu, nescaya tiada seorang pun diantara kamu yang suci buat selama-lamanya' (Surah An-Nur:21)
Allah s.w.t. berfirman 'Syaitan itu menjanjikan kemiskinan kepada kamu, dari menyuruh kamu mengerjakan perbuatan yang keji' (Surah Al-Baqarah:268)
Allah s.w.t. berfirman 'Hanyasanya Allah akan menerima amalan itu daripada orang-orang yang bertakwa' (Surah Al-Maidah:27)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesungguhnya saat yang paling mustajab (berdoa) itu diantara duduk imam antara dua khutbah hingga selesai sembahyang Jumaat" (Riwayat Muslim & Abu Daud)
Allah s.w.t. berfirman 'Jika engkau membaca Al-Quran, maka mohonlah perlindungan Allah daripada syaitan yang terkutuk' (Surah An-Nahl:98)
Allah s.w.t. berfirman 'Dan kalau syaitan (orang jahat) membisikkan kepada engkau sesuatu kejahatan, maka berlindunglah kepada Allah, sesungguhnya dia itu Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui' (Surah As-Sajadah:36)
Allah s.w.t. berfirman '(Mereka bersumpah):Kami hanya mengkehendaki niat baik dan taufik! Mereka itulah orang-orang yang diketahui Allah akan isi hati mereka' (Surah An-Nisa:62-63)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiada dikira Mukmin yang sempurna keimanannya, orang yang tidak menganggap bala itu nikmat dan kemewahan itu musibah (bala)' (Riwayat al-Tabrani)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa pada suatu malam dia mengalami kesakitan dimana dia bersabar dan redha kepada ketentuan Allah s.w.t. maka terkeluarlah dia daripada dosa-dosanya seperti keadaan dikala dia dilahirkan ibunya' (Riwayat Al-Hakim)
Allah s.w.t. berfirman 'Dan katakanlah:Tuhanku!Aku berlindung diri kepada Engkau daripada bisikan syaitan. Dan aku berlindung diri kepada Engkau, Tuhanku, supaya mereka tiada mendekatiku' (Surah Al-Mukminun:97-98)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesiapa yang mati tidak sempat menqadha'kan puasanya hendaklah keluarganya (walinya) menggantikan puasa tersebut" (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Dari Imam Ahmad bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Seburuk-buruk yang terdapat pada jiwa manusia iaitu sifat pengecut yang menanggalkan dan sifat kikir yang melampau' (Riwayat Amru bin al-Ash r.a.)
Allah s.w.t. berfirman 'Dan janganlah engkau menjadikan tanganmu terbelenggu ketengkukmu, dan jangan pula bentangkannya seluas-luasnya, sehingga engkau duduk tercela dan sensara' (Surah Al-Isra:29)
Allah s.w.t. berfirman 'Dan mereka yang apabila membelanjakan hartanya melampaui batas, dan tiada pula bersifat kikir, tetapi pertengahan antara keduanya' (Surah Al-Furwan:67)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa menghulurkan kepadamu suatu kebaktian maka balaslah dia, jika kamu tiada apa-apa balasan, maka hendaklah kamu doakan kepadanya' (Riwayat Al-Tabrani)
Allah s.w.t. berfirman 'Sesungguhnya manusia itu dicipta sentiasa gelisah. Jika disinggung bahaya dia berkeluh kesah, Dan jika disinggung kebaikan dia kikir pula' (Surah Al-Maarif:19-21)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Takutlah firasat orang Mukmin kerana sesungguhnya dia melihat dengan cahaya daripada Allah s.w.t.'
Allah s.w.t. berfirman 'Dan ketahuilah bahawasanya Allah mengetahui apa yang didalam hatimu, sebab itu berhati-hatilah dengan Tuhan' (Surah Al-Baqarah:235)
Allah s.w.t. berfirman 'Dan kenanglah kurnia kepada kamu dan ingatlah perjanjian yang telah kamu ikat dengan Dia ketika kamu mengatakan:kami dengar dan kami taat' (Surah Al-Maidah:7)
Daripada Anas r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiga perkara yang mengiringi jenazah iaitu keluarganya, hartanya dan amalannya. Maka dua perkara akan kembali dan yang kekal hanya satu sahaja, iaitu keluarga dan hartanya akan pulang danyang tinggal hanyalah amalannya sahaja" (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Apabila tetamu masuk kerumah maka dia masuk dengan rezekinya dan jika keluar, dia membawa pengampunan dosa orang-orang rumah itu' (Riwayat Ad-Dailami dari Anas r.a.)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sembahynng fardhu lima waktu, sembahyang Jumaat ke Jumaat, puasa Ramadhan ke Ramadhan akan menghapuskan dosa-dosa diantara jarak-jarak tersebut sekiranya dijauhkan daripada dosa-dosa besar' (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang pada petang harinya berasa letih dari amal usaha yang dilakukan dengan kedua tangannya sendiri, maka dia pada petang itu telah diampunkan dosanya' (Riwayat Al-Tabrani dari Ibn Abbas r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya dari sedekah dan silaturrahim itu Allah s.w.t. akan menambah dengan keduanya itu lanjut umur dan menolak dengan keduanya kematian yang tidak baik dan dihindarkan dengan keduanya semua yang tidak disukai dan dikhuatirkan' (riwayat Abu Ya'la dari Anas r.a.)
Allah s.w.t. berfirman 'Dan kalau engkau tanya mereka: Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menjadikan matahari dan bulan, nescaya mereka akan mentakan 'Allah', jadi bagaimana pula kamu ber*****r dari kebenaran' (Surah Al-Ankabut:61)
Allah s.w.t. berfirman 'Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu, kemudian Kami bentuk rupa kamu, kemudian Kami katakan kepada Malaikat: Sujudlah kepada Adam' (Surah Al-A'raf:11)
sumber:http://wisbenbae.blogspot.com/2011/02/kata-kata-mutiara-dari-sabda-rasulullah.html
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Semua amal anak Adam A.S. dilipatgandakan kebaikan (pahala) dari 10 sampai 700 kali ganda kecuali ibadah puasa. Ada pun puasa itu adalah untuk Allah s.w.t.. dan Dia akan terus memberikan pahala kepada sekelian' (Riwayat Muslim)
Dari Ummu Mukminin Aisyah R.A, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Adalah Rasululluh s.a.w. apabila masuk (tanggal) sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Baginda s.a.w. bersedih dan bersiap-siap menghidupkan (beramal) pada malam hari. (Riwayat Muttfaq Alaihi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata dusta (bohong semasa berpuasa) maka Allah s.w.t. tidak berhajat padanya untuk meninggalkan makan minumnya. (Riwayat Bukhari)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Barangsiapa yang menunaikan suatu fardhu pada bulan (Ramadhan) itu, adalah dia sebagai seorang yang telah menunaikan 70 bulan fardhu pada bulan-bulan lainnya.
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Permulaan Ramadhan itu adalah rahmat, pertengahannya adalah keampunan (maghrifah) dan penghujungnya adalah kebebasan dari api neraka'
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Bagi orang yang melaksanakan ibadah puasa, baginya ada dua saat kegembiraan.Pertama pada waktu berbuka dan kedua ketika menghadap Ilahi'
Dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkata,Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sembahyang itu membawa ketengah jalan, berpuasa memajukan kamu kehadapan dan sedekah (saling membantu) memasukkan kamu kedalamnya'
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang bangun pada malam hari raya (Aidil Fitri) dengan ikhlas kerana Allah s.w.t., maka tidak akan mati hatinya saat hati semua orang telah mati' (Riwayat Ibn Majah dari Abu Umamah)
Dari Abu Ayub al-Ansari berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian dia berpuasa pula sebanyak enam hari pada bulan Syawal, seolah-olah dia berpuasa sepanjang masa' (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiga doa yang sangat mustajab iaitu doa orang yang berpuasa, doa orang yang dizalimi dan doa orang yang musafir" (Riwayat Ahmad, Bukhari,Abu Daud &al-Tarmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Apabila salah seorang kamu lupa bahawa ia berpuasa, lalu ia makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya kerana sesungguhnya ia telah diberi makan dan minum oleh Allah s.w.t." (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Andaikan kamu berbuat dosa sehingga dosamu mencapai langit, kemudian kamu bertaubat nescaya Allah s.w.t. memberi keampunan kepada maku' (Riwayat Ibn Majab)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Bukan yang bermakna puasa itu sekadar menahan makan, minum tetapi puasa yang sungguh itu menahan diri dari langha (perkataan tidak berguna) dan kata-kata yang keji' (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Barangsiapa yang meninggalkan sembahyang Jumaat tiga kali (berturut-turut) makan Allah s.w.t. mengecap hatinya (sebagai munafik atau orang yang melengah-lengahkannya)' (Riwayat Ahmad)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiada seorang Muslim yang melihat wanita lalu dia memejamkan matanya, melainkan Allah s.w.t. akan memberi pada rasa lazat beribadat dihatinya" (Riwayat Ahmad & Al-Tabrani)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Jika kamu berpuasa maka bersiwaklah (gosok gigi) diwaktu pagi dan jangan diwaktu petang,maka sesungguhnya tiada orang puasa yang kering bibirnya diwaktu petang melainkan akan menjadi cahaya didepan matanya pada hari kiamat' (Riwayat Al-Tabrani)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Allah s.w.t. telah berfirman: Hamba-Ku yang lebih Aku cintai iaitu mereka yang segera berbuka (jika telah nyata maghrib)' (Riwayat Al-Tarmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Riba itu mempunyai 73 cara (jalan), yang amat ringan dosanya sama dengan seorang berzina dengan ibu kandungnya" (Riwayat Al-Hakim & Al-Baihaqi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesungguhnya saat yang mustajab (berdoa) itu diantara duduk imam antara dua khutbah hingga selesai sembahyang Jumaat" (Riwayat Muslim & Abu Daud)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Satu dirham riba yang dimakan oleh setengah yang mengetahui, lebih berat disisi Allah s.w.t.daripada dosanya tiga puluh enam kali penzinaan" (Riwayat Ahmad & Al-Tabrani dari Abdullah bin Hanzalah r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Barangsiapa yang berperang untuk menegakkan kalimat (agama) Allah s.w.t. maka itu Fisabilillah" (Riwayat Bukhari, Muslim &Abu Daud dari Abu musa al-Asyari r.a)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tidak akan masuk syurga orang yang jirannya tidak aman dari gangguan-gangguannya' (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sinarilah rumah kamu dengan mendirikan sembahyang dan membaca Al-Quran' (Riwayat Al-Baihaqi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Roh orang mukmin akan tergantung dengan sebab hutangnya sehinggalah diselesaikan hutang tersebut" (Riwayat Ahmad,Al-Tarmizi,Ibn Majah & Al-hakim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Jika seorang berzina maka keluarlah iman daripadanya bagaikan payung diatas kepalanya dan bila menghentikannya maka kembalilah iman kepadanya" (Riwayat Abu Daud, Al-Baihaqi & Al-Tarmizi)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sekiranya tidak menjadi keberatan kepada umatku nescaya aku menyuruh mereka bersugi (menggosok gigi) setiap kali mereka hendak mengambil wudhu" (Riwayat Ahmad, Malik & An-Nasai)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Orang yang memulakan salam adalah terlepas daripada sifat sombong dan takabbur" (Riwayat Al-Baihaqi & Al-Khatib)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesiapa yang beriman kepada Allah s.w.t. dan hari akhirat, maka hendaklah ia bercakap baik ataupun diam" (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang benar beriman kepada Allah s.w.t. dan hari kemudian maka janganlah mengganggu jirannya dan berpesan-pesan baiklah kamu terhadap jiran' (Riwayat Bukhari)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Barangsiapa yang mempunyai anak perempuan dan tidak membunuhnya hidup-hidup, tidak menghinakannya dan tidak sayang anak lelakinya melebihi anak perempuan, nescaya akan dimasukkan dia kedalam syurga" (Riwayat Abu Daud & Al-Hakim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Berapa banyak jiran yang memegang tetangganya pada hari kiamat untuk diajukan kepada Allah s.w.t. lalu berkata: Ya Allah orang ini telah menutup pintunya daripadaku dan tidak membantu aku' (Riwayat Bukhari)
Dari Aisyah, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Saya tidak pernah melihat Rasulullah s.a.w. menyempurnakan puasa satu bulan cukup kecuali bulan Ramadhan dan saya juga tidak melihat Baginda s.a.w. berpuasa pada bulan lain lebih banyak dari bulan Syaaban" (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Dari Ayub al-Ansari, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Jangan kamu mengadap kiblat dan jangan membelakangi ketika membuang najis atau air kencing, tetapi hendaklah kamu menhalakan diri kearah timur atau barat' (Riwayat Abu Daud)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Seorang Mukmin melihat dosanya bagaikan seorang duduk dibawah gunung dan takut kejatuhan gunung itu' (Riwayat Bukhari)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Firman Allah s.w.t. {Dalam Hadis Qudsi} 'Wahai anak Adam belanjakanlah harta kamu, nescaya akan digantikan semula oleh Allah kepadamu" (Riwayat Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Keberkatan sesuatu makanan itu ialah dengan berwuduk sebelum dan selepas makan" (Riwayat Ahmad, Daud, Al-Tarmizi & Hakim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya dari sedekah dan silaturrahim itu Allah s.w.t. akan menambah dengan keduanya itu lanjut umur dan menolak dengan keduanya kematian yang tidak baik dan dihindarkan dengan keduanya semua yang tidak sesuai dan dikhuatirkan' (Riwayat Abu Ya'la dari Anas r.a.)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya Allah s.w.t. akan merahmati seorang yang lapang dadanya ketika menjual,membeli dan menagih hutang' (Riwayat Bukhari dari Jabir r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiada seorang Muslim yang tiba padanya waktu sembahyang fardhu lalu dia menyempurnakan wuduk dan khusyuk serta rukuk,sujudnya melainkan sembahyang itu menjadi penebus dosanya yang telah lalu selama dia tidak berbuat dosa besar dan yang demikian itu sepanjang masa' (Riwayat Muslim dari Uthman r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiada dua malaikat yang mencatat amal itu menghadap Allah s.w.t. membawa sembahyang seorang dua kali sembahyang, melainkan Allah s.w.t. berkata pada dua malaikat itu: Aku persaksikan kepada kamu bahawa Aku telah mengampunkan pada hamba-Ku dosa-dosa yang telah terjadi diantara dua sembahyang itu' (Riwayat Al-Baihaqi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang belajar ilmu agama yang seharusnya untuk mencapai keredhaan Allah s.w.t. tiba-tiba dipelajarinya hanya untuk mencapai tujuan dunia, maka dia tidak akan dapat bau syurga pada hari kiamat' (Riwayat Al-Nasai dari Abu Hurairah r.a.)
Daripada Kaab bin Iyad r.a. katanya, aku mendengar bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya bagi tiap-tiap umat itu ada ujian dan ujian bagi umatku ialah harta' (Riwayat Al-Tarmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiap orang yang diberikan Allah s.w.t. ilmu agama, lalau disembunyikan maka Allah s.w.t. mengendalikan mulutnya pada hari kiamat dengan kendali dari api neraka' (Riwayat Al-Tabrani dari Ibn Mas'ud r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiada dosa yang lebih layak untuk disegerakan Allah s.w.t. seksanya didunia disamping apa yang disediakan kelak diakhirat daripada aniaya dan memutuskan hubungan kekeluargaan" (Riwayat Al-Tarmizi & Ibn Majah dari Abu Bakar Al-Siddiq r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sembahyang berjemaah itu lebih afdal daripada sembahyang bersendirian dua puluh tujuh darjah" (Riwayat Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Jika berdiri bulu roma seorang hamba Allah, maka akan berguguran daripadanya dosa-dosanya bagaikan gugurnya daun dari pokok yang telah kering" (Riwayat Abu Syaikh & Al-Baihaqi dari Abbad bin Abdul Muttalib r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesiapa yang membaca (Surah Al-Ikhlas) dalam kesakitan dan matinya ,tiadalah dia akan menderita fitnah didalam kubur, terpelihara dari tekanan kubur dan dihari kiamat kelak dia akan dipapah oleh malaikat dengan telapak tangan hingga terlepas dari titian (sirat) dan selamat dia memasuki syurga' (Riwayat Al-Tabrani)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Dan perumpamaan orang yang datang terlebih dahulu (ke Masjid pada hari Jumaat) bagaikan orang yang sedekah unta, kemudian bagaikan yang sedekah lembu, kemudian bagaikan sedekah kambing, kemudian bagaikan sedekah ayam, kemudian bagaikan sedekah telur" (Riwayat Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Ketika Allah s.w.t. telah selesai menjadikan semua makhluk, maka menulis tulisan yang ada diatas Arsy yang berbunyi:Rahmat-Ku mendahului murka-Ku (Rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku)" (Riwayat Bukhari, Muslim & Ibn Majah)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Seandainya seorang kamu keluar membawa tali (kehutan) lalu pulang membawa seberkas kayu api lantas kayu itu dijualnya dimana dia dapat kehormatannya, maka perbuatan itu adalah lebih baik daripada dia meminta-minta, sama ada diberi ataupun tidak' (Riwayat Bukhari)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tidak dihalalkan seorang Muslim memulau sesama Muslim lebih dari tiga hari tiga malam, maka siapa yang memulau lebih dari tiga hati tiga malam lalu mati akan masuk kedalam api neraka" (Riwayat Abu Daud & Al-Nasai)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa wuduk pada hal dia masih berwuduk maka dicatat untuknya sepuluh hasanat (kebajikan)' (Riwayat Abu Daud dari Ibn Umar r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesiapa yang berwuduk pada hari Jumaat maka menyempurnakan wuduknya kemudian pergi kemasjid untuk solat Jumaat dan mendengarkan khutbah dan memperhatikannya, maka diampunkan baginya dosa-dosa yang terjadi antara Jumaat itu dengan Jumaat yang sebelumnya" (Riwayat Muslim & Ahmad)
Dari Abu Hurairah r.a. katanya, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Orang Mukmin yang paling sempurna imannya ialah mereka yang paling baik akhlaknya..."(Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sembahyang sunat dua rakaat ditengah malam dapat menghapuskan dosa-dosa' (Riwayat Ad-Dailami dari Jabir r.a)
Dari Ummu Mukminin Aisyah r.a. 'Pilihlah tempat air mani kamu dan nikahilah orang-orang yang sepadan' (Riwayat Ibnu Majah daripada Imam Al-Hakimi)
Dari Abu Hurairah r.a. katanya, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sebaik-baik saf bagi orang lelaki ialah dihadapan dan seburuk-buruknya ialah dibelakang. Sebaik-baik saf bagi orang perempuan ialah dibelakang dan seburuk-buruknya dihadapan' (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiada dosa yang lebih besar disisi Allah s.w.t. sesudah syurik daripada titisan mani yang diletakkan didalam rahim yang haram baginya' (Riwayat Ibn Abid Dunya)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya yang berzina atau minum khamar maka terlepaslah iman daripadanya sebagaimana orang melepaskan gamis (baju) dari kepalanya' (Riwayat Al-Hakim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya Rejab adalah bulan Allah s.w.t. Sya'aban bulanku dan Ramadhan bulan umatku' (Riwayat Abu Al-Fatah bin Abu Al-Fawaris)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang berwuduk sahaja untuk menghadiri sembahyang Jumaat adalah sudah baik (memadai) akan tetapi siapa yang mandi,maka adalah terlebih baik' (Riwayat Abu Daud)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesiapa yang membaca Surah Al-Waqi'ah pada tiap malam, maka tidak akan menderita kemiskinan untuk selamanya' (Riwayat Al-Baihaqi dari Ibn Mas'ud r.a)
Dari Anas r.a. katanya bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesiapa yang tidur atau terlupa hingga luput sembahyang hendaklah dia menunaikan (sembahyang) sebaik-baik sahaja dia ingat (sedar) kembali' (Riwayat Al-Bukhari)
'Wanita-wanita yang buruk itu untuk lelaki yang buruk dan lelaki-lelaki yang buruk untuk wanita yang buruk, sedangkan wanita-wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik' (Surah An-Nur : 26)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Pedagang yang amanah, yang jujur, yang Muslim, kelak pada hari kiamat akan berkumpul dengan para syuhada (orang-orang yang mati syahid)" (Riwayat Al-Hakim & Ibn Majah dari Ibn Umar r.a)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiada seorang Muslim yang mati pada hari atau malam Jumaat melainkan Allah s.w.t. akan menyelamatkannya dari ujian kubur" (Riwayat Ahmad & Al-Tirmizi)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Apabila manusia membaca ayat Syajadah kemudian sujud, terhindarlah syaitan laknatullah seraya menangis dan berkata,'celakalah aku, disuruh manusia (anak Adam) sujud, sujudlah dia, balasannya syurga. Saya juga disuruhnya sujud,tetapi saya enggan maka balasannya bagi saya ialah neraka' (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Pilihlah untuk tempat nuthfah kamu atau air mani kamu, kerana pembuluh darah ini merupakan sinar pancaran' (Riwayat Ibn Majah dan Ad-Dailami)
'Carilah tempat-tempat yang sepadan untuk air mani kamu kerana seseorang itu boleh jadi akan lebih menyerupai keluarga pihak isteri' (Mutiara Kata)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiada dosa yang lebih layak untuk disegerakan oleh Allah s.w.t. seksanya didunia disamping apa yang disediakan kelak diakhirat daripada aniaya dan memutuskan hubungan kekeluargaan" (Riwayat Al-Tarmizi & Ibn Majah dari Abu Bakar Al-Siddiq r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Bukan seorang Mukmin orang yang kenyang sedangkan tetangga disebelahnya kelaparan (sedang dia mengetahui)" (Riwayat Al-Hakim & Al-Baihaqi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Kahwinilah wanita-wanita yang berada didalam lingkup/naungan yang baik kerana pembuluh darah itu laksana cahaya' (Riwayat Ibn-'Adi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sebaik-baik puasa selepas Ramadhan ialah puasa dalam bulan Muharam" (Riwayat Muslim, Bukhari, Abu Daud, Tarmizi,Nasai & Ibn Majah)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Janganlah engkau nikahi orang-orang yang masih berkerabat kerana anak dicipta laksana cahaya. Carilah wanita-wanita yang jauh dan janganlah engkau memilih yang dekat hubungannya" (Riwayat Ahmad, Malik & Al-Nasai)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya tujuh petala langit dan bumi sama mengutuk orang yang selalu berzina dan bau kemaluan pelacur didalam neraka dapat mengganggu ahli neraka lainnya kerana sangar busuk' (Riwayat Al-Bazzar)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiap mata pasti akan menangis pada hari kiamat kecuali mata yang dipejamkan dari segala yang haram dan mata yang berjaga malam dalam jihad fisabilillah dan mata yang menitiskan air mata walaupun sebesar kepala lalat kerana takutkan Allah s.w.t.' (Riwayat Abu Naim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Bukanlah kemuliaan itu dengan memakai pakaian cantik dan bersegak tetapi ia adalah dengan ketenangan (sopan santun) dan merendah diri' (Riwayat Ad-Dailami)
Usamah bin Zaid r.a. berkata bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang meninggalkan sembahyang Jumaat hingga tiga kali tanpa uzur,maka akan dicatat dari golongan orang munafik' (Riwayat Al-Tabrani)
Dari Abu Dzar al-Ghifari r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Wahai Abu Dzai, jika engkau hendak berpuasa tiga hari sebulan puasalah pada 13,14 dan 15"(Riwayat Ahmad & Al-Nasai)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Empat (macam manusia) tidak Allah s.w.t. masukkan merka ke syurga dan tidak akan merasai kenikmatannya, peminum arak, pemakan riba, menzalimi (memakan) harta anak-anak yatim dengan tiada hak dan derhaka pada ibu bapanya' (Riwayat Al-Hakimi)
Dari Abu Qatadah ketika Nabi Muhammad s.a.w tentang hari Asyura bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w menjawab: 'Puasa hari Asura boleh menghapuskan dosa satu tahun yang lalu' (Riwayat Muslim)
Allah s.w.t. berfirman: 'Harta dan anak-anak itu perhiasan penghidupan dunia tetapi amal-amal soleh yang tinggal (buahnya) itu lebih baik disisi Tuhanmu tentang ganjarannya dan tentang harapannya' (Surah Kahfi:46)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Barangsiapa yang memelihara sembahyang lima waktu dengan sempurna wuduknya dan diwaktunya, adalah baginya cahaya dan tanda pada hari akhirat dan barangsiapa mensia-siakan, nescaya dikumpulkan ia (kelak dineraka) dengan Firaun dan Hamam' (Riwayat Ahmad)
Allah s.w.t. berfirman: 'Dan orang-orang yang berkata'Ya Tuhan, anugerahkan lah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami dari golongan orang-orang yang bertakwa' (Surah Furqan:74)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Kewajipan seorang Muslim keatas Muslim yang lain iaitu lima perkara, menajwab salam, melawat orang sakit, mengiringi jenazah, menerima undangan dan mendoakan orang yang bersin" (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Setiap isteri yang minta cerai dari suaminya tanpa apa-apa (tanpa alasan yang dapat dibenarkan) maka haram atasnya bau syurga" (Riwayat Abu Daud & Al-Tirmizi)
Dari Ibn Umar r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Ingatlah tiap sesuatu yang memabukkan itu khamar (arak) dan tiap khamar itu haram" (Riwayat Ahmad & Abu Ya'la)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang menjadi saksi untuk merugikan seseorang dengan persaksian yang tidak benar, maka hendaklah menyiapkan tempatnya dalam neraka' (Riwayat Ahmad dari Abu Hurairah r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesiapa yang mebuat ibubapanya gembira (memberi keredhaan) maka sesungguhnya ia mendapat redha Allah s.w.t. Sesiapa yang menyakiti hati ibubapanya, maka sesungguhnya ia mendapat kebencian Allah s.w.t.' (Riwayat Bukhari)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Bila tertusuk seorang dengan jarum kecil atau jarum besar dari besi, maka baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya' (Riwayat Al-Tabrani dari Ma'qil bin Yasar r.a.)
Allah s.w.t. berfirman: 'Dia bersembunyi dari manusia lantaran kejahatan yang dikhabarkan kepadanya, apakah dia akan pelihara dia dalam kehinaan ataukah dia akan sumbat dia dalam tanah? Sungguh jelek apa yang mereka hukumkan' (Surah An-Nahl:59)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Semua dosa-dosa dilambatkan Allah s.w.t. (pembalasannya) sesukanya dari akhirat melainkan derhaka kepada kedua ibubapa maka sesungguhnya Allah s.w.t.menyegerakan (bala siksaan) bagi yang bersangkutan sewaktu hayatnya didunia ini sebelum matinya' (Riwayat Al-Tabrani)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Orang yang mencekik dirinya sendiri sampai mati akan mencekiknya juga didalam neraka, dan orang yang menikam dirinya juga akan menikam dirinya dalam neraka dan orang yang melemparkan diri dari tempat tinggi untuk membunuh diri maka akan selalu dia melemparkan dirinya didalam neraka" (Riwayat Bukhari & Abu Hurairah r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Andaikan kamu berbuat dosa hingga dosamu mencapai langit, kemudian kamu bertaubat, nescaya Allah s.w.t. memberi ampun kepada kamu' (Riwayat ibn Majah)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tidak akan berzina seorang pelacur semasa berzina jika dia beriman, dan tidak akan minum khamar (arak) ketika meminumnya jika beriman dan tidak akan mencuri seorang pencuri jika dia beriman" (Riwayat Bukhari & Muslim)
Allah s.w.t.. telah berfiman 'Dan sesungguhnya telah datang utusan-utusan Kami kepada Ibrahim dengan (membawa) khabar gembira sambil mereka berkata: 'Selamatlah'Dia menjawab: 'Selamat' Surah Hus:69)
Berkata Umar Ibn Abdul Aziz bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sembahyang itu membawa kamu menempuh ketengah jalan,puasa memajukan kamu kehadapan pintu dan sedekah (saling membantu) memasukkan kamu kedalamnya.'
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sembahyang sunat dua rakaat ditengah malam dapat menghapuskan dosa-dosa' (Riwayat Ad-Dailami dari Jabir r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Semua anak Adam (manusia) itu sering membuat kesalahan (dosa) dan sebaik-baik manusia yang membuat kesalahan (dosa) itu ialah orang-orang yang suka bertaubat' (Riwayat Al-Tirmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya kamu sekelian pada hari kiamat akan dipanggil dengan nama kamu sendiri dan nama bapa kamu,kerana itu hendaklah kamu perindahkan nama kamu' (Riwayat Abu Daud)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesiapa yang menyiapkan keperluan orang yang berjihad fisabillah maka bererti dia telah berjihad dan siapa yang menjaga keluarga orang yang pergi berjihad dengan baik maka bererti dia telah ikut berjihad fisabilillah" (Riwayat Bukhari & Muslim dari Zaid bin Khalid al-Juhani)
Dari Abu Qatabah bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Puas pada hari Arafah itu boleh menghapuskan dosa yang dikerjakan selama dua tahun iaitu tahun yang telah lalu dan tahun yang akan datang' (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Dosa yang paling besar ialah syirik, derhaka pada ibu bapa dan membunuh orang tanpa hak' (Riwayat Anas r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sebaik-baik puasa ialah puasa Nabi Daud Alai-His-Salam, ia berpuasa sehari dan berbuka sehari..."(riwayat Al-Tirmizi & Al-Nasai)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Gunakanlah lima sebelum tibanya lima iaitu gunakan masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sihatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa lapangmu sebelum masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum masa matimu" (Riwayat Al-Hakim & Al-Baihaqi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Setiap bayi tergadai pada akidahnya, disembelih pada hari ketujuh dan pada hari itu pula dicukurkan dia dan diberi nama' (Riwayat Ahmad)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Untuk bayi lelaki dua ekor kambing kibas dan untuk bayi perempuan seekor kambing kibas dan tidaklah merugikan kamu yang jantan atau pun yang betina' (Riwayat Ahmad dan Al-Tirmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya Allah s.w.t. telah menutup Surah Al-Baqarah dengan dua ayat yang diberikan kepadaku dari perbendaharaan dibawah Arsy, amka pelajari olehmu dan ajarkan pada isteri dan anak-anakmu sebab itu sebagai solat dan basaan serta doa' (Riwayat Al-Hakim dari Abu Dzar r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesiapa yang menjual sesuatu yang ada aibnya lalu tidak dijelaskan kepada pembelinya maka tetap berada dalam murka Allah s.w.t. dan selalu dikutuk oleh malaikat' (Riwayat Ibn-Majah)
Allah s.w.t. berfirman 'Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, iaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan' (Surah Al-Baqarah:233)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Pakailah antara pakaianmu yang putih, kerana sesungguhnya pakaian putih itu lebih suci dan lebih baik dan kapanlah orang-orang mati kamu dengan kain putih' (Riwayat Ahmad)
Dari Kaab bin Iyad r.a. berkata bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya bagi tiap-tiap umat itu ada ujian dan ujian bagi umatku ialah harta' (Riwayat Al-Tirmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'SesungguhnyaAllah s.w.t. tetap menerima taubat seorang hamba selama dia belum nazak dan mati' (Riwayat Al-Tirmizi dari Ibn Umar r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang berperang untuk menegakkan khalimat Allah s.w.t. maka itu fisabi lillah" (Riwayat Bukhari, Muslim & Abu Musa al-Asyari r.a.)
Allah s.w.t. telah berfirman 'Kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita kerana apa yang telah Allah lebihkan sebahagian mereka diatas yang lain dan kerana belanja yang telah mereka keluarkan daripada harta mereka' (Surah An-Nisa:34)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang beriman kepada Allah s.w.t. dan hari kemudian maka janganlah mengganggu jirannya dan berpesan-pesan baiklah kamu terhadap jiran' (Riwayat Bukhari) Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tidak akan masuk neraka orang yang didalam hatinya ada seberat biji sawi daripada iman dan tidak akan masuk syurga yang didalam hatinya ada seberat biji sawi dari sombong" (Riwayat Muslim & Abu Daud)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Kalau tidak kerana ada wanita dan anak-anak didalam rumah sedangkan aku bersembahyang isya, nescaya aku suruh pemudaku membakar rumah-rumah (yang penghuninya tidak hadir berjemaah itu)' (Riwayat Ahmad)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Lima macam dosa yang tidak ada tebusannya iaitu Syirik terhadap Allah s.w.t., membunuh orang tanpa hak, membuat tuduhan palsu terhadap seorang Muslim, lari dari barisan Muslimin dalam peperangan dan sumpah palsu untuk mengambil hak orang lain' (Riwayat Ahmad)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang membaca seratus ayat (dari Al-Quran) pada suatu malam, maka akan dicatat pahalanya seperti pahala sembahyang semalam' (Riwayat Ahmad dari Tamim r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Orang yang memulakan memberi salam adalah terlepas daripada sifat sombong dan takabbur" (Riwayat Al-Baihaqi & Al-Khatib)
Allah s.w.t. berfirman 'Wahai orang-orang yang beriman!janganlah kamu mengangkat suara kamu keatas suara Nabi' (Surah Al-Hujurat:3)
Allah s.w.t. berfirman 'Sesungguhnya Allah tiada menyukai orang yang sombong lagi mengangkat diri' (Surah Luqman:18)
Allah s.w.t. berfirman 'Wahai jiwa yang tenang tenteram!kembalilah kepada Tuhanmu dalam keadaan redha dan diredhai, maka masuklah kedalam golongan hamba-hambaKu. Dan masuklah kedalam syurga' (Surah Al-Fajr:27-30)
Ali bin Abu Talin k.w.j berkata Allah s.w.t. berfirman 'Allah yang mengambil jiwa (manusia) ketika wafatnya dan ketika tidurnya sebelum wafat, lalu ditahan-Nya jiwa yang telah wafat, serta dilepaskan-Nya jiwa yang lain sampai kejanji yang ditentukan' (Surah Az-Zumar:42)
Nabi Muhammad s.a.w membaca firman Allah s.w.t. bermaksud: 'Barangsiapa yang mempersekutu Allah, maka seolah-olah dia jatuh dari langit, lalu disambar oleh burung, ataupun dia akan menjunam dibawa angin ketempat yang paling jauh' (Surah Al-A'araf:40)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiada dibunuh jiwa secara aniaya,melainkan keatas anak Adam yang pertama jaminan darahnya, disebabkan dialah orang pertama yang memulakan pembunuhan itu'
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Apabila kamu bersembahyang keatas si mati, hendaklah kamu mengikhlaskan doa kepadanya' (Riwayat Abu Hurairah r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Salam sejahtera keatas kamu, wahai penghuni kubur dari kaum Mukminin dan Muslimin, dan kamu Insya-Allah akan mengikuti kamu, kami memohon keselamatan untuk kami dan kamu juga!' (Riwayat Buraidah bin Al-Khushaib)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Apabila mati seseorang hamba, maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga: Sedekah yang jariyah (terus-menerus manfaatnya), ataupun anak yang soleh mendoakan baginya, ataupun ilmu yang dimanfaatkan sesudah itu'
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiada boleh seorang bersolat bagi pihak yang lain, dan tiada boleh seseorang berpuasa bagi pihak yang lain, akan tetapi dia hendaklah memberi makanan setiap satu mud (gantang Baghdad) dari gandum'
Allah s.w.t. berfirman 'Barangsiapa yang membuat perbuatan baik sebesar atom akan dilihat-Nya, Dan barangsiapa yang membuat perbuatan jahat sebesar atom akan dilihat-Nya juga' (Surah Az-Zalzalah:7-8)
Allah s.w.t. berfirman 'Walai manusia, sesungguhnya engkau mesti bekerja keras dengan bersungguh-sungguh menuju kepada Tuhanmu yang akan engkau menemui-Nya' (Surah Al-Insyiqaq:6)
Allah s.w.t. berfirman 'Jika kamu bertelingkah pendapat pada sesuatu, maka kembalilah dia kepada Allah dan Rasul, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat, kerana itulah yang lebih baik, dan lebih bagus kesudahannya' (Surah An-Nisa:59)
Allah s.w.t. berfirman 'Dan ketika Tuhanmu menjadi keturunan anak-anak dari punggungmu, dan Tuhan mengambil kesaksian dari mereka, kata-Nya, Bukankah aku ini Tuhan kamu? Mereka menjawab: Ya! Kamu menjadi saksi' (Surah Al-Araf:172)
Allah s.w.t. berfirman 'Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan betul, ciptaan Tuhan yang telah menjadikan manusia sesuai dengan agama itu, tiada pertukaran bagi ciptaan Tuhan itu' (Surah Ar-Rum:30)
Allah s.w.t. berfirman 'Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan betul, ciptaan Tuhan yang telah menjadikan manusia sesuai dengan agama itu, tiada pertukaran bagi ciptaan Tuhan itu' (Surah Ar-Rum:30)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Kamu akan dapati sejahat-jahat orang itu ialah yang bermuka dua, yang datang kesini dengan satu muka dan kesana dengan satu muka lain" (Riwayat Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Orang iktikaf itu bererti mengurangkan dosa-dosa dan berlaku pahala untuknya bagaikan pahala orang yang melakukan semua hasnat (kebajikan)" (Riwayat Al-Baihaqi & Ibn Majah dari Ibn Abbas r.a.)
Allah s.w.t. berfirman 'Wahai manusia! Kalau kamu masih ragu tentang hari kebangkitan, maka ketahuilah bahawa Kamilah yang mencipta kamu dari tanah, kemudian dari setitik air mani' (Surah Al-Hajj:5)
Allah s.w.t. berfirman 'Dan ketika kamu mengatakan: Hai Musa! Kami tidak akan percaya kepada kamu sehingga kami melihat Allah secara terang-terang, lalu kerana itu kamu disambar petir, sedangkan kamu ada melihatnya' (Surah Al-Baqarah:55)
Allah s.w.t. berfirman 'Sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dari sari ranah. Kemudian kami jadikan dari tanah itu air mani yang tersimpan didalam tempat simpanan yang teguh' (Surah Al-Mukminun:12-13)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya telah datang kepada manusia suatu masa, ketika itu dia belum ada sesuatu apa pun yang dapat disebut' (Riwayat Al-Baihaqi dan Al-Hassan bin Ali r.a.)
Allah s.w.t. berfirman 'Dan Tuhan mengeluarkan kamu dari perut-perut ibu kamu, sedangkan kamu tiada mengetahui apa pun, lalu dijadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati moga-moga kamu berterima kasih' (Surah Al-Nahl:78)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang tidak meninggalkan kata dusta (bohong semasa puasa) maka Allah s.w.t. tidak berhajat padanya untuk meninggalkan makan minumnya' (Riwayat Bukhari)
Allah s.w.t.. berfirman 'Katakanlah, bahawa Malaikat Maut yang telah diserahi perkara kamu akan mewafatkan kamu, kemudian itu kamu akan kembali pada Tuhan kamu' (Surah As-Sajadah:11)
Allah s.w.t. berfirman 'Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan keterangan Kami, dan memandang rendah terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit kepada mereka' (Surah Al-Araf:40)
Allah s.w.t. berfirman 'Diatas orang yang berpengetahuan itu ada lagi yang Maha Tahu' (Surah Yusuf:78)
Allah s.w.t.. berfirman 'Dan diantara kamu ada yang disampaikan Allah kepada usia tua bangka, supaya dia tiada ketahui lagi sesuatu yang dahulunya dia katahui' (Surah Al-Nahl:70)
Allah s.w.t. berfirman 'Orang-orang yang beriman itu akan menjadi tenteram hati mereka. Ingatlah dengan mengingati Allah itu hati akan menjadi tenteram' (Surah Ar-Rad:28)
Allah s.w.t. berfirman 'Tiadalah terjadi sesuatu bencana itu melainkan dengan kehendak Allah, dan siapa yang percaya kepada Allah nescaya dipimpin Allah hatinya' (Surah At-Taghabun:11)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Bukan dari umatku orang yang percaya nasib pada burung atau diusahakan dengan burung atau berdukun atau didukunkan atau menyihir atau disihirkan untuknya. Dan siapa yang datang kepada dukun lalu yakin kepadanya bererti telah kafir terhadap apa yang diturunkan pada Nabi Muhammad s.a.w '(Riwayat Al-Bazzar dari Imran bin Hushain)
Allah s.w.t. berfirman 'Kalau tiada kerana kemurahan dan rahmat Allah kepada kamu, nescaya tiada seorang pun diantara kamu yang suci buat selama-lamanya' (Surah An-Nur:21)
Allah s.w.t. berfirman 'Syaitan itu menjanjikan kemiskinan kepada kamu, dari menyuruh kamu mengerjakan perbuatan yang keji' (Surah Al-Baqarah:268)
Allah s.w.t. berfirman 'Hanyasanya Allah akan menerima amalan itu daripada orang-orang yang bertakwa' (Surah Al-Maidah:27)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesungguhnya saat yang paling mustajab (berdoa) itu diantara duduk imam antara dua khutbah hingga selesai sembahyang Jumaat" (Riwayat Muslim & Abu Daud)
Allah s.w.t. berfirman 'Jika engkau membaca Al-Quran, maka mohonlah perlindungan Allah daripada syaitan yang terkutuk' (Surah An-Nahl:98)
Allah s.w.t. berfirman 'Dan kalau syaitan (orang jahat) membisikkan kepada engkau sesuatu kejahatan, maka berlindunglah kepada Allah, sesungguhnya dia itu Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui' (Surah As-Sajadah:36)
Allah s.w.t. berfirman '(Mereka bersumpah):Kami hanya mengkehendaki niat baik dan taufik! Mereka itulah orang-orang yang diketahui Allah akan isi hati mereka' (Surah An-Nisa:62-63)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Tiada dikira Mukmin yang sempurna keimanannya, orang yang tidak menganggap bala itu nikmat dan kemewahan itu musibah (bala)' (Riwayat al-Tabrani)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa pada suatu malam dia mengalami kesakitan dimana dia bersabar dan redha kepada ketentuan Allah s.w.t. maka terkeluarlah dia daripada dosa-dosanya seperti keadaan dikala dia dilahirkan ibunya' (Riwayat Al-Hakim)
Allah s.w.t. berfirman 'Dan katakanlah:Tuhanku!Aku berlindung diri kepada Engkau daripada bisikan syaitan. Dan aku berlindung diri kepada Engkau, Tuhanku, supaya mereka tiada mendekatiku' (Surah Al-Mukminun:97-98)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesiapa yang mati tidak sempat menqadha'kan puasanya hendaklah keluarganya (walinya) menggantikan puasa tersebut" (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Dari Imam Ahmad bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Seburuk-buruk yang terdapat pada jiwa manusia iaitu sifat pengecut yang menanggalkan dan sifat kikir yang melampau' (Riwayat Amru bin al-Ash r.a.)
Allah s.w.t. berfirman 'Dan janganlah engkau menjadikan tanganmu terbelenggu ketengkukmu, dan jangan pula bentangkannya seluas-luasnya, sehingga engkau duduk tercela dan sensara' (Surah Al-Isra:29)
Allah s.w.t. berfirman 'Dan mereka yang apabila membelanjakan hartanya melampaui batas, dan tiada pula bersifat kikir, tetapi pertengahan antara keduanya' (Surah Al-Furwan:67)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa menghulurkan kepadamu suatu kebaktian maka balaslah dia, jika kamu tiada apa-apa balasan, maka hendaklah kamu doakan kepadanya' (Riwayat Al-Tabrani)
Allah s.w.t. berfirman 'Sesungguhnya manusia itu dicipta sentiasa gelisah. Jika disinggung bahaya dia berkeluh kesah, Dan jika disinggung kebaikan dia kikir pula' (Surah Al-Maarif:19-21)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Takutlah firasat orang Mukmin kerana sesungguhnya dia melihat dengan cahaya daripada Allah s.w.t.'
Allah s.w.t. berfirman 'Dan ketahuilah bahawasanya Allah mengetahui apa yang didalam hatimu, sebab itu berhati-hatilah dengan Tuhan' (Surah Al-Baqarah:235)
Allah s.w.t. berfirman 'Dan kenanglah kurnia kepada kamu dan ingatlah perjanjian yang telah kamu ikat dengan Dia ketika kamu mengatakan:kami dengar dan kami taat' (Surah Al-Maidah:7)
Daripada Anas r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiga perkara yang mengiringi jenazah iaitu keluarganya, hartanya dan amalannya. Maka dua perkara akan kembali dan yang kekal hanya satu sahaja, iaitu keluarga dan hartanya akan pulang danyang tinggal hanyalah amalannya sahaja" (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Apabila tetamu masuk kerumah maka dia masuk dengan rezekinya dan jika keluar, dia membawa pengampunan dosa orang-orang rumah itu' (Riwayat Ad-Dailami dari Anas r.a.)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sembahynng fardhu lima waktu, sembahyang Jumaat ke Jumaat, puasa Ramadhan ke Ramadhan akan menghapuskan dosa-dosa diantara jarak-jarak tersebut sekiranya dijauhkan daripada dosa-dosa besar' (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Siapa yang pada petang harinya berasa letih dari amal usaha yang dilakukan dengan kedua tangannya sendiri, maka dia pada petang itu telah diampunkan dosanya' (Riwayat Al-Tabrani dari Ibn Abbas r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: 'Sesungguhnya dari sedekah dan silaturrahim itu Allah s.w.t. akan menambah dengan keduanya itu lanjut umur dan menolak dengan keduanya kematian yang tidak baik dan dihindarkan dengan keduanya semua yang tidak disukai dan dikhuatirkan' (riwayat Abu Ya'la dari Anas r.a.)
Allah s.w.t. berfirman 'Dan kalau engkau tanya mereka: Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menjadikan matahari dan bulan, nescaya mereka akan mentakan 'Allah', jadi bagaimana pula kamu ber*****r dari kebenaran' (Surah Al-Ankabut:61)
Allah s.w.t. berfirman 'Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu, kemudian Kami bentuk rupa kamu, kemudian Kami katakan kepada Malaikat: Sujudlah kepada Adam' (Surah Al-A'raf:11)
sumber:http://wisbenbae.blogspot.com/2011/02/kata-kata-mutiara-dari-sabda-rasulullah.html
Langganan:
Postingan (Atom)















