Tampilkan postingan dengan label masakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masakan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Maret 2011

Perbedaan Mentega, Margarine & Butter

Secara fisik memang ketiga benda berikut ini tidak terlihat ada perbedaan, namun kalo kita telusur asal muasalnya masing-masing, baru kita tahu bagaimana membedakannya. Yuk mari... kita cari tahu apa perbedaannya!!!

1.Mentega
Mentega berasal dari lemak hewan. Mentega yang terbuat dari lemak hewan biasanya mengandung lebih banyak lemakjenuh/saturated fats(66%) dibanding lemak tak jenuh/unsaturated fats-nya (34%). Lemak jenuh ini biasanya berhubungan dengan tingginya kadar kolesterol dalam tubuh. Mentega biasanya mengandung vitamin A, D, protein dan karbohidrat.

2.Margarine
Margarin berasal lemak tumbuh tumbuhan. Margarin sendiri yang terbuat dari minyak tumbuh-tumbuhan dimana di vegetables oil terkandung jumlah monounsaturated - dan polyunsaturated fats yang lebih banyak dibandingkan saturated fats-nya (13-15 % saturated dan 85-87 % percent unsaturated fats). Lemak jenuh/saturated fats dalam daging-dagingan dan fatty dairy products diindikasikan akan menaikkan "bad" kolesterol (LDL cholesterol) dan menurunkan "good" colesterol (HDL cholesterol). Nah polyunsaturated fats yang "umumnya" ditemukan di vegetable oils seperti di minyak jagung ato soy oil itu LDLs nya rendah tapi HDLs nya juga rendah. Karenanya biasanya yang dianjurkan, kita mencari jenis minyak-minyakan yang dapat merendahkan LDL dan menaikkan HDL. Margarin biasanya diperkaya dengan vitamin A dan beberapa vegetables oil adalah sumber vitamin E.

Margarine dibuat dari minyak tumbuh-tumbuhan yang di hydrogenasi (atom hidrogen ditambahkan ke minyak). Dalam proses tersebut biasanya juga akan terjadi perubahan struktur beberapa polyunsaturated fatty acids (asam lemak tak jenuh) menjadi "trans fatty acids". Menurut para peneliti, "trans fetty acids" ini aksinya mirip sekali dengan lemak jenuh/saturated fats. Karenanya dikatakan mungkin trans fetty acids ini memiliki kemungkinkan terhadap kontribusi di kejadian tekanan darah tinggi dan heart disease. Para peneliti biasanya memberikan tips agar memilik produk margarin yang lebih lembut dan konsistensinya mirip sekali dengan liquid. Dengan memilih produk margarin seperti ini diharapkan kandungan trans fetty acids-nya dapat diminimalisir

3.Butter


Butter berasal dari cream (susu). Biasanya kandungannya hanya cream dan salt (untuk salted butter). Karena bahan dasarnya cream, maka bila disimpan lama di suhu ruang akan lumer.

Semua jenis fat baik dari margarin, mentega maupun minyak tumbuhan biasanya oleh ahli nutrisi tetap didefinisikan sebagai produk berkalori tinggi. Karenanya dianjurkan untuk seminimal mungkin dikonsumsi. Baik mentega, margarin dan minyak 100% energinya berasal dari fat (1 sdm -14 gr biasanya mengandung 11 gr lemak
(1 gr fat menghasilkan ca. 9 kalori)). Beberapa produsen margarin dan butter juga ada yang memodifikasi sedemikian rupa sehingga tercipta produk yang agak 'rendah kalori'.

sumber:http://www.kaskus.us

Selasa, 22 Maret 2011

Karee Kofta


KAREE KOFTA

Bahan 1:
350 gr Daging cincang /giling)
1 ea Bawang Bombay (cincang)
1 btg Seledri (cincang)
2 butir Telur Ayam

Bumbu Halus:
2 cm Kunyit (dibakar)
½ sdt Ketumbar
½ sdt Jinten
3 ea Cabai Merah
½ sdt Merica
Garam secukupnya

Kuah:
5 siung Bawang Merah
3 ea Cabai
2 cm Jahe
2 siung Bawang Putih
2 btg Serai
1 sdt Ketumbar
1 cm Kunyit (bakar)
½ sdt Jinten
4 sdm Mentega
300 ml Santan (dari 1 butir kelapa)
2 ea Tomat (potong kasar)
200 ml Air
Garam secukupnya

Cara Membuatnya:
1. Campur semua bahan 1 dengan semua bahan bumbu halus, lalu aduk rata
2. Bentuk adonan bulat-bulat sebesar kelereng, sisihkan
3. Kuah: Bahan kuah berupa bawang merah, cabai merah, jahe, bawang putih, serai, ketumbar, kunyit dan jinten dihaluskan dan tumis dengan mentega hingga harum.
4. Tuang santan dan air, didihkan
5. Masukkan bola2 daging, tomat dan garam, Aduk rata. Masak bola2 daging di atas api kecil hingga matang. Angkat dan selamat menikmati.

(Untuk 5 – 6 porsi)
sumber:http://www.facebook.com/profile.php?id=1317193288 /bicek nora ade erma

Roti Jala/ Rageit


ROTI JALA / Rageit

Bahan:
150 gr Terigu
2 butir Telur Ayam (kocok)
250 ml Santan (dari ¼ butir kelapa)
1 sdt Garam
2 sdm Minyak Makan
1 sdm Margarine

Cara Memasaknya:
1. Campur terigu dan garam, aduk rata.
2. Campur telur dan santan, aduk rata.
3. Tuangkan campuran telur ke dalam terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk rata.
4. Tambahkan minyak makan, aduk rata kembali ya…
5. Saring adonan agar tidak ada adonan yang bergumpal.
6. Masukkan adonan ke dalam plastic segitiga dan potong ujungnya dan semprotkan adonan sambil membentuk seperti jarring ke dalam Teflon yang sudah dipanaskan terlebih dahulu di atas api dengan suhu sedang.
7. Angkat dan sajikan dengan pendamping karee atau gulai.

(untuk 10 porsi)
sumber:http://www.facebook.com/profile.php?id=1317193288 (bicek nora ade erma)

Roti Prata


ROTI PRATA

Bahan:
500 gr Terigu
250 ml Air
40 gr Mentega
1 sdt Gula Pasir
2 sdt Garam

Cara Membuatnya:
1. Campur air, gula pasir dan garam, aduk rata.
2. Tambahkan 20 gr Mentega, aduk rata kembali.
3. Siapkan terigu dalam wadah adonan, tuangkan campuran air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata. Uleni hingga adonan kalis.
4. Bulatkan adonan dan diamkan selama 20 menit.
5. Potong dan timbang adonan 50 gr dan bentuk bulat.
6. Lumuri adonan dengan sisa mentega dan tutupi bagian atas wadah dengan plastic atau kain basah yang sudah diperas dan biarkan sejenak.
7. Pada saat mau memasak, ambil satu persatu adonan bulatan dan pipihkan satu persatu hingga pipih dan tipis seperti menipiskan kulit martabak.
8. Lipat tepi adonan yang pipih tadi ke arah tengah dan masukkan lipatan adonan ke Teflon yang sudah diolesi mentega.
9. Masak hingga hingga kuning kecoklatan..(Api jangan besar ya, biar tidak mudah gosong).
10. Angkat dan sajikan hangat dengan karee atau gulai…. Hmmmmmm…. Yummmyyyy

(Untuk 16 buah)
sumber:http://www.facebook.com/profile.php?id=1317193288 (nora ade erma)

Roti Maryam


ROTI MARYAM

Bahan:
500 gr Terigu (‘Cakra’)
200 ml Air
2 bh Telur Ayam
125 gr Mentega
Garam secukupnya

Cara Membuatnya:
1. Kocok telur, masukkan terigu, lalu tuangkan air sedikit demi sedikit.
2. Uleni adonan hingga kalis.
3. Tipiskan adonan, lalu oleskan bagian atasnya dengan mentega, gulung dan padatkan kembali.
4. Potong adonan sepanjang 5 cm, simpan dalam lemari es selama 15 menit. Lalu keluarkan dari lemari es.
5. Pipihkan adonan sesuai selera, dan panggang roti di atas Teflon yang sudah disemir dengan mentega sampai dengan matang dan angkat.
6. Sajikan hangat dengan pendamping karee atau gulai.

(Untuk 10 buah)
sumber:http://www.facebook.com/profile.php?id=1317193288(nora ade erma)

Rabu, 02 Maret 2011

Pindang Patin Tempoyak


Asam pedas dan segar. Inilah rasa unik sajian ikan dari Palembang. Daging ikan patin yang lembut gurih makin enak direndam bumbu yang sedap. Slruup... apalagi dimakan hangat!

Bahan:
500 g ikan patin
200 g tempoyak
2 buah tomat, potong-potong
1 iris nenas, potong-potong
1 genggam daun kemangi
2 lembar daun salam
Bumbu, haluskan:
7 butir bawang merah
5 buah cabe merah
10 gkunyit
Garam secukupnya
Gula merah secukupnya
Asam jawa secukupnya

Cara membuat:

* Cuci ikan patin, potong-potong, lumuri dengan garam dan asam Jawa. Sisihkan.
* Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak, lalu masukkan tempoyak. Aduk sampai tercampur.
* Masukkan potongan ikan ke tumisan bumbu.
* Tambahkan sedikit air. Masukkan potongan tomat, nenas, dan daun salam.
* Seimbangkan bumbu dengan gula merah dan air asam jawa sampai mencapai citarasa asam-manis-gurih yang seimbang.
* Setelah mendidih, masukkan daun kemangi.
* Matikan api dan sajikan.
sumber:http://food.detik.com/read/2011/02/28/120521/1581005/899/resep-ikan-pindang-patin-tempoyak

Rabu, 08 September 2010

Resep PindangTulang Palembang


Bahan:
1 kg iga sapi, kalo bisa cari yang banyak tulang mudanya
8 siung bawang merah, iris halus
4 siung bawang putih, iris halus
2 lembar daun salam
1 batang sereh, digeprak
3 cm kunyit, iris halus
3 cm jahe, iris halus
3 cm laos, iris halus
2 sdm air asam jawa dari ± 3 mata asam jawa
3 buah cabe merah, belah 2 boleh dibuang bijinya
3 buah cabe ijo, belah 2 boleh dibuang bijinya
1 sdm kecap manis
1 sdm kecap asin
garam secukupnya
1 ikat daun kemangi, dipetik
1 batang daun bawang, potong-potong
1 buah tomat, potong 8

Cara Membuat:

1. Rebus iga sapi samapi lunak
2. Tumis bawang merah, bawang putih, salam, sere, laos, kunyit, dan jahe
3. Tuang tumisan bumbu tadi kedalam rebusan iga
4. Masukkan air asem jawa, kecap manis, kecap asin, garam
5. Masukkan cabe merah dan cabe ijo, didihkan lagi
6. Sesaat sebelum dihidangkan, masukkan tomat, kemangi dan daun bawang.hidangkan panas-panas


sumber:http://masakan-masakan-kita.blogspot.com/2008/11/pindang-tulang.html

resep brengkes patin tempoyak, masakan palembang


resep brengkes patin tempoyak, klik disini

resep pindang patin masakan khas palembang


resep pindang Patin Palembang, klik disini

resep mie celor palembang


resep buat mie celor palembang, klik disini

resep pempek ada'an palembang


resep pempek ada'an, klik disini

Rabu, 10 Maret 2010

sejarah pempek palembang


sejarah pempek :

Dibawah ini sejarah menurut wikipedia. Alinea tentang kesangsian dengan argumen akan sejarah tersebut saya yang menambahkan.

Salam,
Anton W
Tukang Pempek

Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan "apek", yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina.
Berdasar cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi. Hasil tangkapan itu belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Si apek kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan "pek … apek", maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek.[1]



Namun cerita rakyat ini patut ditelaah lebih lanjut karena singkong baru diperkenalkan bangsa Portugis ke Indonesia pada abad 16. Selain itu velocipede (sepeda) baru dikenal di Perancis dan Jerman pada abad 18. Walaupun begitu sangat mungkin pempek merupakan adaptasi dari makanan Cina seperti baso ikan, kekian ataupun ngohyang.



Pada awalnya pempek dibuat dari ikan belida. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih.
Pada perkembangan selanjutnya, digunakan juga jenis ikan sungai lainnya, misalnya ikan putak, toman, dan bujuk. Dipakai juga jenis ikan laut seperti Tenggiri, Kakap Merah, parang-parang, ekor kuning, dan ikan sebelah.